Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Tanahnya Subur dan Agak Condong Sehingga Namanya Desa Gunung Condong

Jihan Aron Vahera • Minggu, 3 Maret 2024 | 14:25 WIB
UNIK: Salah satu potensi wisata yang ada di Desa Gunung Condong, yaitu Curug Kyai Kate yang cukup menjadi daya tarik masyarakat khususnya Kabupaten Purworejo.
UNIK: Salah satu potensi wisata yang ada di Desa Gunung Condong, yaitu Curug Kyai Kate yang cukup menjadi daya tarik masyarakat khususnya Kabupaten Purworejo.

 

RADAR PURWOREJO - Memiliki tanah yang subur dan banyak pegunungan sudah menjadi salah satu ciri khas Kabupaten Purworejo. Banyak desa yang terletak di pegunungan dengan suasana sejuk, asri, dan menyegarkan.

Salah satunya adalah Desa Gunung Condong, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Desa tersebut merupakan desa yang asri dengan lokasinya di dataran tinggi atau pegunungan.

Nama desa tersebut terdengar cukup unik di telinga sebagian masyarakat. Pemberian nama tersebut tidak jauh-jauh dari asal mula atau sejarah dari desa itu sendiri.

Kepala Desa (Kades) Gunung Condong Sudiyono membeberkan, asal usul desa tersebut berawal ketika dahulu kala saat zaman penjajahan Belanda ada sekelompok pasukan perang Diponegoro datang ke wilayah tersebut.

Mereka datang dengan cara berlari karena dikejar oleh penjajah Belanda. Pasukan itu adalah rombongan dari Keraton Jogja yang diketuai Raden Wangsa Jaya. Mereka bermaksud ingin menyelamatkan diri ke wilayah tersebut.

"Dulu sini (yang kini menjadi Desa Gunung Condong) hutan lebat belantara," ujarnya kepada Radar Jogja, Jumat (1/3).

Singkat cerita, lanjut Sudiyono, rombongan yang diketuai oleh Raden Wangsa Jaya itu memutuskan untuk tinggal di tempat dengan tanah yang tanah subur dan sedikit condong itu.

"Diapit juga dengan dua gunung. Makanya diberi nama Desa Gunung Condong," terang dia.

Hingga saat ini, desa tersebut hijau dengan banyak pepohonan yang menjulang tinggi. Desa Gunung Condong juga memiliki sejumlah potensi seperti wisata alam Curug Kyai Kate, penghasil kopi hingga buah durian.

Dia mengungkapkan, di desanya terdapat lima dusun, yaitu Dusun Krajan, Kepudang, Karangsari, Kemplung, dan Brembet. "Penduduknya kurang lebih 611 KK atau sekitar 1.983 jiwa. Mayoritas petani atau swasta," sebut dia.

Warga di desa tersebut ramah-ramah sehingga membuat pengunjung yang datang ke desa tersebut akan merasa nyaman.

Di tambah, suasana desa yang mendukung sejuk, hijau, dan ada pemandangan yang menarik yang membuat berat atau enggan untuk meninggalkan desa tersebut. (han/pra)

Editor : Heru Pratomo
#desa #Purworejo #condong