RADAR PURWOREJO - Dapur umum Desa Krandegan, Butuh, Purworejo hingga saat ini terus diaktifkan. Ramadan kali ini, sebanyak 50 KK warga di Desa Krandegan dengan kategori miskin ekstrem akan mendapatkan makanan setiap harinya.
Program yang digagas oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Krandegan tersebut sudah ada sejak pandemi Covid-19 awal 2020 lalu.
"Di awal Ramadan tahun ini, dapur umum Desa Krandegan masih beroperasi. Semoga berkah bagi yang memberi dan menerima," ujar Kepala Desa (Kades) Krandegan Dwinanto, Selasa (12/3).
Sejak adanya pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu, pihaknya memetakan warganya menjadi tiga kelompok. Yakni, kelompok hijau, kuning, dan merah.
Hijau yaitu keluarga mampu dan bisa membantu warga lain, kuning yaitu kelompok warga tidak mampu tetapi masih bisa makan, dan kategori merah yaitu warga tidak mampu yang kesulitan makan secara layak.
Bahkan, sempat membuat istilah telu nulung siji yang artinya tiga keluarga menolong satu keluarga. Sehingga, tercetus dapur umum untuk menolong keluarha merah. Sedangkan, keluarga yang mampu membantu baik berupa uang, makanan siap saji, ataupun bahan makanan,
Semangat gotong royong tersebut sampai kini terus bertahan. Diungkapkan, selama Ramadan ini kegiatan sosial tersebut menyasar sebanyak 50 KK yang masuk kategori miskin ekstrem.
Makanan yang dibagikan setiap hari, bisa bahan mentah ataupun makanan siap makan. “Tetapi, lebih sering dibagi bahan mentah," katanya.
Kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu upaya untuk penanganan masalah kemiskinan ekstrem. "Dana untuk kegiatan itu berasal dari donatur yang kemudian dikelola, dan, dilaporkan secara rutin," ungkap Dwi.
Dia sangat bersyukur dan berterima kasih terhadap dukungan dan bantuan dari semua pihak untuk mensupport kegiatan itu.
Dwinanto berharap, program tersebut akan terus berjalan dan terjaga sebagai upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di desanya. (pra)
Editor : Heru Pratomo