RADAR PURWOREJO - Pembangunan fisik proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Bener saat ini sudah terealisasi 39 persen. Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) menargetkan pembangunan fisik itu selesai pada Desember 2024.
PPK Bendungan Bener M. Yushar Yahya menyampaikan, realisasi 39 persen itu meliputi galian mercu spillway (mercu bangunan pelimpah), jalan akses dari bendungan ke Desa Wadas. Termasuk, Underpass Adikarya, Overpass jalan provinsi, Jembatan Kali Klopo, Jembatan Kali Duren, dan dua jembatan lagi masih proses di Desa wadas yaitu Jembatan Kali Jueh dan overpass di Desa Wadas.
"Target akhir Maret nanti selesai," katanya saat ditemui kemarin (14/3).
Selain itu, pengerjaan terowongan pengelak untuk mengalihkan aliran Sungai Bogowonto. Peresmian juga telah dilakukan pada 29 Februari 2024. "Dari tanggal itu, aliran sungai sudah dialihkan lewat terowongan pengelak," tambahnya.
Sementara pengerjaan saat ini masih proses pengerjaan galian sungai untuk pondasi bendungan (riverbed). Pengerjaan sudah dilakukan sejak 1 Maret 2024 dan rencananya satu bulan selesai. "Target kami sebelum Lebaran kelar," ucapnya.
Dikatakan, pada Sabtu (16/3) mendatang juga akan dilakukan uji coba blasting. Blasting bertujuan untuk mengecek getaran, suara, dampak, hingga respons warga. Jika semua aman terkendali, akan dimulai lagi di hari berikutnya.
Selanjutnya pada minggu ketiga April, ditargetkan sudah memulai pekerjaan timbunan main dam. Proses tersebut, kata Yushar, merupakan volume kegiatan yang paling banyak karena pengerjaannya hampir 50 persen sendiri dari total kegiatan. Main dam berfungsi untuk menampung air waduk dari Sungai Bogowonto.
Nantinya Bendungan Bener memiliki ketinggian 169 meter. Bendungan bertipe urukan batu membran beton. Dengan timbunan batu yang diambil dari Desa Wadas sebanyak 8,6 juta meter kubik.
Bagian hulu bendungan, dilapisi membran beton setebal satu meter. Volume air bendungan 90,3 juta kubik dengan luas genangan 313 hektare.
Dia menargetkan, pembangunan fisik Bendungan Bener selesai akhir Desember nanti. Pihaknya optimistis target tersebut akan tercapai. Dia berharap cuaca akan mendukung sehingga proses pengerjaan dapat berjalan lancar.
Setelah pembangunan fisik selesai, bendungan akan langsung dialiri air. Pengisian air membutuhkan waktu lama. "Kemungkinan pengoperasiannya baru di tahun depan," tandasnya. (han/laz)
Editor : Heru Pratomo