Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Harus Diantisipasi Produksi Padi di Purworejo dan Jawa Tengah Diprediksi Turun

Jihan Aron Vahera • Rabu, 20 Maret 2024 | 13:30 WIB
PANEN RAYA: Anggota kelompok Tani Bulus Kulon saat merontokkan padi yang telah dipanen menggunakan mesin di wilayah Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul.
PANEN RAYA: Anggota kelompok Tani Bulus Kulon saat merontokkan padi yang telah dipanen menggunakan mesin di wilayah Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul.

RADAR PURWOREJO - Produksi padi di Kabupaten Purworejo pada musim tanam pertama (MT1) diprediksi akan menurun. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo berupaya perluasan tanam di lahan kurang produktif dalam waktu dekat.

Kepala DKPP Purworejo Hadi Sadsila menyampaikan, penurunan produksi padi tersebut berkaitan dengan cuaca. Selain itu, panen kali ini terlambat tanam sehingga petani sebagian besar kehilangan waktu tanam.

"Dengan begitu produksi padi di Purworejo turun, di Jawa Tengah juga mengalami penurunan," ujarnya Selasa (19/3).

Meski demikian, Hadi menilai, panen kali ini sukses meki ada keterlambatan tanam. Dalam waktu dekat, DKPP Purworejo akan berupaya untuk perluasan tanam di lahan kurang produktif.

Yakni, lahan yang hanya tanam sekali akan diusahakan bisa menanam dua kali.

Disampaikan upaya tersebut merupakan program ari pemerintah pusat dengan kodim dan dinas pertanian terkait.

"Upaya yang dilakukan yaitu dengan cara pompanisasi agar lahan yang biasa tanam sekali bisa dimanfaatkan," ungkap dia.

Dia juga meminta para petani yang sudah panen padi untuk segera melakukan percepatan tanam. Itu untuk mengejar jadwal pertanaman yang sempat tertunda.

"Setelah panen, lahan langsung diolah jangan ada jarak agar bisa segera ditanami padi," ucap Hadi.

Hadi menambahkan, setidaknya saat ini sudah ada lima kecamatan yang mulai panen padi. Yaitu, Kecamatan Bayan, Grabag, Ngombol, Purwodadi, dan Banyuurip. "Banyuurip dan Bayan mulai panen minggu ini," sambung dia.

Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kabupaten Purworejo juga mengakibatkan sejumlah padi roboh, seperti di Kecamatan Purwodadi. Namun, masih dalam kondisi aman dan padi tetap bisa dipanen.

Seorang petani di Desa Purwodadi, Ulung, dia menanam padi di lahan seluas 1.200 meter persegi. Di MT1 ini, dia bisa panen sekitar 950 kg. Dia menyebut, panen kali ini sukses meski ada beberapa tanaman padi yang ambruk lantaran hujan dan angin kencang.

"Hasil panen bagus meski sempat kekurangan air saat awal musim panen. Hasil panen ini akan saya jual separuh, separuhnya saya simpan sampai mendekati MT2," tutur dia. (han/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#dkpp #padi #Banyuurip #Pompanisasi #panen #Purworejo