RADAR PURWOREJO - Bazar Pangan Ramadan yang diselenggarakan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Purworejo telah berakhir. Sebanyak 25,5 ton beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang disediakan untuk 16 desa di 16 kecamatan berhasil terserap ke masyarakat.
Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah (Setda) Purworejo Anggit Wahyu Nugroho menyampaikan, selama pelaksanaan bazar, tidak ada kendala yang berarti. "Hanya, karena setiap hari ada dua desa dan hanya menggandeng satu mitra, maka kami bagi dua tim setiap harinya," katanya Jumat (5/4).
Selain itu, saat ini telah memasuki masa panen di beberapa lokasi yang menyebabkan komoditas yang disediakan tidak terserap di Bayar Pangan Ramadan. "Untuk komoditas sisa bazar, kami pasarkan di Toko Pangan Kita Angudi Mulyo di Pasar Baledono," sambunganya.
Dikatakan, untuk beras SPHP yang disediakan berhasil terserap seluruhnya ke masyarakat. Untuk bazar tersebut, TPID Purworejo menyetok 25,5 ton beras SPHP, setiap desa disediakan satu sampai dua ton. "Alhamdulillah beras SPHP bisa terserap ke masyarakat, meski kadang harus kami larikan ke Toko Pangan Kita untuk memenuhi kebutuhan wilayah kota yang serapannya lebih tinggi," terang Anggit.
Mengingat, saat ini harga beras masih dikisaran Rp 14.900 per kilogram (kg) untuk beras medium. Sedangkan, untuk beras medium Rp 16.400 per kg. "Sementara, harga beras SPHP hanya Rp 10.900 per kg," tambahnya.
Dia berharap, bazar tersebut benar-benar dapat bermanfaat untuk masyarakat. Sebab, aksi TPID tersebut untuk mewujudkan strategi pengendalian inflasi 4K. Yaitu, mengupayakan keterjangkauan harga, menjaga ketersediaan pasokan, menjamin kelancaran distribusi, dan meningkatkan komunikasi yang efektif.
Salah satu warga Kaligesing Sutini, 45, mengaku senang dengan diadakannya bazar pangan di Gedung Serbaguna Desa Donorejo beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal itu membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok saat menjelang Lebaran.
"Sekarang apa-apa mahal. Terbantu dengan adanya beras SPHP yang murah. Kami manfaatkan untuk berbelanja karena tidak setiap saat ada, aji mumpung," katanya. (han/pra)
Editor : Satria Pradika