RADAR PURWOREJO - Tim pendamping keluarga (TPK) menjadi salah satu program prioritas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo. Peran TPK dimaksimalkan untuk mengentaskan atau menurunkan angka stunting di Purworejo.
Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) Purworejo Ahmat Jainudin menyampaikan, TPK merupakan tim pendamping keluarga yang ada di desa dan kelurahan yang bertugas mendeteksi dini faktor stunting (spesifik dan sensitif). Tim terdiri baik dari bidan hingga PKK desa."Di setiap desa minimal ada satu tim, ada juga yang dua," ungkapnya.
Mereka akan melakukan pendampingan dan surveilans berupa penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan, dan pendampingan terkait penerimaan bantuan sosial. Adapun sasaran pendampingan dimulai dari calon pengantin, ibu hamil, baduta, balita, dan ibu nifas.
Sementara, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menuturkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo sangat mendukung adanya TPK. Mengingat, kegiatan pendampingan keluarga oleh TPK merupakan salah satu kegiatan prioritas Pemkab Purworejo dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Terkhusus calon pengantin, Yuli meminta kepada TPK agar memberikan penyuluhan atau komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Sehingga, diharapkan mereka dapat mempersiapkan kehamilan yang sehat dan tidak melahirkan anak stunting.
Yuli berpesan kepada TPK di Kabupaten Purworejo untuk melakukan pendampingan maksimal kepada calon pengantin. "Rutin lakukan penginputan di aplikasi elsimil (elektronik siap nikah siap hamil)," pesan dia. (han/pra)