RADAR PURWOREJO – Sekitar 20.000 peserta meramaikan fun walk dalam Hari BPR BPRS Nasional yang dimulai dari Lapangan drh Soepardi, Mungkid, kemarin (26/5).
Ketua Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Tedy Alamsyah menyampaikan, secara nasional kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Magelang dan secara serentak dilaksanakan di 24 DPD di seluruh Indonesia.
"Tema kegiatannya hampir sama, ada baksos dan fun walk," katanya.
Kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak 2017 di Jogja, Malang, Bali, dan tahun ini di Jawa Tengah. Tujuannya untuk meliberalisasi, mengedukasi, serta mengenalkan industri BPR BPRS bagi masyarakat.
Dia menambahkan, industri BPR ini sudah lahir sejak zaman sebelum kemerdekaan yang sering disebut dengan bank desa.
Setelah itu, disebut sebagai bank pasar dan setelah vacto 1988 disebut dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).Kemudian dengan adanya UU Nomor 4 P2SK berubah lagi menjadi Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah.
Hingga akhir 2023 lalu, pertumbuhan BPR, baik vending maupun landing masih sekitar 9-10 persen (baik) dan kepercayaan oleh pihak ketiga juga semakin meningkat.
"Jadi untuk menebalkan kepercayaan masyarakat, industri BPR BPRS sampai dengan hari ini masih baik-baik saja. Sampai saat ini asetnya mencapai kurang lebih 216 triliun," ujar Tedy.
Terkait target pada 2024, BPR BPRS sedang melakukan pemulihan ekonomi. Terlebih, berdasarkan UU Nomor 4 P2SK, ruang lingkup kegiatan industri BPR BPRS semakin luas. Yang semula memiliki stigma perkreditan, saat ini bisa safeing dan melakukan kegiatan literasi.
Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan fun walk yang dilaksanakan oleh BPR BPRS untuk memberikan literasi kepada masyarakat.
"Kebetulan BPR Bank Bapas 69 yang kita miliki ini laporannya juga bagus, pertumbuhannya bagus dan pelayanannya juga bagus," ungkap Sepyo.(aya/din)
Editor : Satria Pradika