Ketinggian gunungan sampah mencapai 10 meter.
Melihat kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang menghimbau agar warga tidak panik.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penataan sampah secara maksimal.
Warga juga diminta agar dapat ikut serta dalam mengolah sampah rumah tangga secara mandiri.
Kepala Bidang Pengelolaan dan Penanganan Persamoahan DLH Kota Magelang yaitu Widodo, mengatakan bahwa penataan sampah di TPA Banyuurip menggunakan model terasering.
Agar umur TPA dapat lebih panjang.
Tingginya gunungan sampah tersebut disebabkan dari banyaknya kiriman sampah oleh masyarakat.
Dalam satu hari mencapai 65 hingga 67 ton. Volume sampah akan meningkat apabila terdapat event besar di Kota Magelang.
“Misalnya saja seperti acara Pekan Raya Magelang dulu itu, terdapat kenaikan 1 ton sampah dalam sehari. Padahal, acara tersebut digelar selama 6 hari berturut-turut,” ujarnya.
Pemkot Magelang memberi solusi dengan menggunakan bank sampah dan masyarakat membantu untuk mendaur ulang sampah rumah tangga. Hal tersebut untuk mengurangi volume sampah.
“Masyarakat juga bisa memilah dan memanfaatkan sampah yang bisa didaur ulang atau bisa juga dijual ke rongsok,” ujarnya.
TPS Terpadu Regional di Bandongan yang akan beroperasi pada 2026 akan menampung sampah dari Kota Magelang.
“Disana akan dibangun pabrik pengolahan sampah dengan kapasitas 500 ton per hari,” tambahnya.
Editor : Bahana.