RADAR PURWOREJO - Desa Karangrejo, Kutoarjo, Purworejo miliki sejumlah potensi desa yang menjanjikan, salah satunya yaitu sentra bibit jeruk. Saat ini desa tersebut tengah siapkan wisata edukasi pembibitan jeruk bagi wisatawan yang berkunjung.
Kepala Desa Karangrejo Eri Wahyudi mengatakan, desanya memiliki sejumlah potensi. Saat ini pihaknya tengah menata atau mengemas paket wisata agar masyarakat tertarik untuk berkunjung ke desanya. "Kami memiliki area perbukitan. Kami berniat untuk menawarkan perbukitan Desa Karangrejo untuk perkemahan," katanya, Kamis (13/6).
Keunggulan lain yaitu desa tersebut memiliki sentra bibit jeruk yang diproyeksikan menjadi wisata edukasi untuk masyarakat. "Pengunjung yang datang bisa mendapatkan edukasi bagiamana cara menanam biji hingga menjadi bibit yang siap untuk dipasarkan," ungkap dia.
Dikatakan, harga bibit jeruk Rp 90 ribu per kilogram (kg) bentuknya biji. Biji-biji tersebut ditanam di lahan yang telah disiapkan, setiap biji diberi jarak 10 cm. "Setelah tumbuh lebih dari 10 cm dilakukan ovulasi dengan menempelkan jenis jeruk bisa jeruk Siam, jeruk purut, jeruk nipis," katanya.
Eri menyebutkan, bibit jeruk yang siap kirim setelah berumur satu tahun dibanderol dengan harga Rp 7 ribu. Selain jeruk, Desa Karangrejo juga menyediakan aneka bibit tanaman buah lain seperti alpukat, mangga, sawo, hingga pohon asem.
Selain memiliki sentra bibit jeruk, desa tersebut juga memiliki pengrajin gula jawa hingga gula jahe. Di tahun ini, desa tersebut juga diberi kesempatan untuk dilakukan uji paket wisata oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Purworejo.
Kepala Bidang (Kabid) Promosi Wisata, Dinporapar Purworejo, Agung Pranoto mengatakan, Desa Karangrejo merupakan rintisan desa wisata di Kabupaten Purworejo. Uji paket wisata di desa tersebut dilakukan untuk melihat persiapan desa tersebut dalam mengemas paket menuju rintisan desa wisata.
Menurutnya, banyak potensi Desa Karangrejo yang bisa dijadikan daya tarik selesai makanan khas Karangrejo yaitu legondo (lemper berisi pisang). "Harapannya, desa tersebut dapat memanfaatkan uji paket wisata dengan sebaik-baiknya agar bisa menggenjot pendapatan asli desa," harap Agung. (han/din)