RADAR PURWOREJO - Warga Kelurahan Cangkrep Lor RT 04/RW 06, Kecamatan/Kabupaten Purworejo bungkus daging hewan kurban menggunakan besek. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan atau tradisi setiap tahun saat Hari Raya Idul Adha.
Pantauan Radar Jogja pada Senin (17/6) di RT 04/RW 06 Cangkrep Lor, puluhan besek berjejer rapi sengaja disiapkan oleh warga untuk membungkus daging kurban di lokasi pemotongan hewan kurban. Alih-alih menggunakan kertas, daun jati dipilih sebagai alas daging agar lebih ramah lingkungan.
Para warga mulai dari remaja hingga dewasa tampak antusias bergotong royong membagi potongan hewan kurban untuk selanjutnya dibagikan kepada warga sekitar. "Sudah sejak dulu menggunakan besek. Untuk mengurangi sampah plastik," ungkap salah seorang warga Fathurrozi Al Dhani kepada Radar Jogja Senin (17/6).
Selain untuk mengurangi sampah plastik, penggunaan besek dan daun jati untuk pembagian daging kurban tersebut bertujuan untuk menjaga agar daging kurban tetap berkualitas. Selain itu, lebih higienis dan dipercaya daging lebih awet.
Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi tradisi setiap hari raya kurban. Yakni, dilakukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan karena kantong plastik susah diurai. Di samping itu, kantong plastik juga tidak baik digunakan sebagai bungkus makanan karena berpotensi membahayakan kesehatan. "Alhamdulillah tahun ini di wilayah kami ada satu ekor sapi kurban. Kami bagikan ke warga sekitar tadi ada sekitar 90 bungkus daging kurban," ungkap Dhani.
Sementara, pantauan di lokasi lain di Purworejo masih banyak masyarakat yang menggunakan kantong plastik untuk pendistribusian daging kurban. Salah satu panitia kurban di wilayah Desa Donorejo, Kaligesing, Purworejo Sardi menyebut, di tempatnya menggunakan kantong plastik untuk membagikan daging kurban.
Alasannya, lebih praktis dan mudah didapatkan. Kalau pakai besek atau daun harus mencari dulu. Membutuhkan waktu lebih lama. “Kalau kantong plastik tinggal beli di warung. Lebih cepat dan pasti ada," sebut dia. (han/pra)