RADAR PURWOREJO - Bupati Purworejo Yuli Hastuti soroti kasus bullying atau perundungan antarsiswa di Purworejo yang terjadi beberapa waktu lalu. Dia meminta agar sekolah mencegah secara dini kemungkinan terjadinya perundungan antar siswa.
"Saya minta agar semua sekolah dapat mendeteksi dan mencegah sedini mungkin potensi terjadinya kekerasan di kalangan pelajar," pesannya saat berkunjung ke acara tasyakuran kelulusan SMP dan SMA Darul Hikmah Kutoarjo beberapa waktu lalu.
Hal tersebut diungkapkan, karena baru-baru beredar video bullying pelajar SMP di Kabupaten Purworejo dan menjadi perbincangan hangat. "Itu sangat kami sesalkan dan sangat mencoreng dunia pendidikan di daerah kita," sebut dia.
Menurutnya, dunia pendidikan adalah jalan yang panjang dan penuh tantangan untuk meraih kesuksesan. Dia meminta, para pelajar Kabupaten Purworejo untuk menjadi siswa yang baik. "Terus belajar dan jangan menyerah dalam mengejar cita-cita," pesannya.
Diberitakan sebelumnya, seorang siswi SMP negeri di Kecamatan Butuh, Purworejo dibully oleh enam siswi lain. Dalam video yang beredar tersebut korban dianiaya bahkan dicaci hingga ditendang oleh para pelaku.
Perundungan tersebut terjadi pada Jumat (7/6) sore lalu di luar jam sekolah. Lokasinya di Jalan Kutoarjo-Kebumen dekat gudang Sumber Adventure Center (SAC). Kini kasus tersebut telah ditangani oleh Satreskrim Polres Purworejo.
"Korban adalah AR, sedangkan terduga pelaku ada enam orang beberapa siswi SMP negeri di Kecamatan Butuh dan ada juga siswi dari SMK swasta di daerah Kutoarjo. Rata-rata berusia 13 tahun," ujar Kasatreskrim Polres Purworejo AKP Catur Yudo Praseno, Sabtu (15/6).
Adapun terduga pelaku itu antara lain adalah SA, SY, KM, dan JH satu sekolah dengan korban. Kemudian, NK siswi SMP negeri di Butuh tetapi beda sekolah dengan korban dan DH merupakan siswi SMK Swasta di Kutoarjo.
Perundungan tersebut terjadi diduga karena korban dituduh telah melaporkan kenakalan para pelaku ke pihak guru sehingga mereka tidak terima dan dibully. Saat ini Satreskrim Polres Purworejo tengah menindaklanjuti laporan dari keluarga korban. "Saat ini sedang dalam proses penyidikan," ucapnya. (han)
Editor : Satria Pradika