RADAR PURWOREJO - Niryono, lansia berumur 85 tahun warga Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Purworejo adalah ketua RT tertua di desa tersebut. Meski sudah berusia senja, tak menyurutkan semangatnya untuk memimpin warga di wilayahnya.
JIHAN ARON VAHERA, Purworejo
Tubuhnya sudah tak sekekar dulu. Pendengarannya pun sudah tak sesempurna saat dia masih muda. Namun, fisiknya tak bisa diragukan lagi. Fisiknya masih sehat dan kuat beraktivitas layaknya masih muda.
Siapa sangka, dia sudah menjadi seorang ketua RT selama 30 tahun. Waktu muda dia juga pernah menjadi anggota linmas (perlindungan masyarakat) di desa tersebut. Dia tak bisa mengela, lantaran tidak ada warga yang mau. Tua tapi masih dipilih terus. “Kula nderek masyarakat (saya ikut masyarakat)," ungkapnya kepada Radar Jogja, Rabu (3/7).
Amanat tersebut dia jalani dengan iklhas mengabdi untuk warganya. Selama 30 tahun itu, dia menjabat sebagai ketua RT 02/ RW 06 Desa Krandegan karena pilihan warga. Warga di RT tersebut juga sangat percaya dengan pengalaman yang sudah dimiliki Niryono untuk menjadi seorang ketua RT.
Selain menjadi ketua RT, kesehariannya adalah berdagang. Dia berjualan bakmi di dekat rumahnya. Dia berjualan bakmi dari pukul 16.00 sampai pukul 22.00).
Bapak dari empat orang anak itu mengakui, menjadi seorang ketua RT bukan hal yang terlalu sulit. Meski tetap butuh tenaga dan perhatian. Karena ketua RT adalah ujung tombak dalam melaksanakan pembinaan terhadap warga.
Persoalan di tengah warga bisa kapan saja muncul. Namun, dia mengaku siap untuk melayani warga. Dia selalu menekankan kepada warganya untuk selalu tertib dan menjaga lingkungan agar selalu kondusif. "Alhamdulillah warga mboten sami ngeyel, gampil diatur (Alhamdulillah, warga tidak ngeyel dan mudah diatur," sambungnya.
Kepala Desa Krandegan Dwinanto menyebut, Niryono adalah ketua RT tertua di desanya. Dia selalu terpilih menjadi RT karena setiap pemilihan RT mendapatkan suara terbanyak. Di desanya ada 14 RT dan 6 RW. “Mbah Nir ini Ketua RT 02/RW 06, beliau orangnya dangat disiplin dan rajin," katanya.
Setiap kali desa mengadakan pertemuan atau rapat, Niryono selalu menjadi orang pertama yang datang. Dwinanto mengaku salut dan sangat mengapresiasi semangat Niryono dalam menjalankan tugasnya. Dia menilai kepemimpinannya bagus dan selalu semangat meski sudah lansia. "Orangnya entengan," ungkap dia.
Dia juga mengakui fisik Niryono masih kuat. Terbukti, saat komunitas sepeda di desa tersebut mengadakan acara gowes ke Pantai Parangtritis dia ikut. Niryono ikut. Bahkan ikut menginap. “Fisiknya masih luar biasa," tandas Dwinanto.(din)