RADAR PURWOREJO - RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo miliki inovasi telemedicine bernama Sultan Bejo (Konsultasi Online Bersama RSUD Tjitrowardojo. Layanan tersebut diminati oleh masyarakat di luar Purworejo.
Wakil Direktur Pelayanan, RSUD dr. Tjitrowardojo Nunik Sulistyaningsih menyampaikan, inovasi tersebut ada sejak September 2023 lalu. Dengan adanya inovasi tersebut masyarakat tidak perlu repot-repot datang ke rumah sakit dr. Tjitrowardojo untuk berkonsultasi.
"Cukup menggunakan gawai masyarakat bisa menikmati layanan konsultasi dengan sokter spesialis di rumah sakit kami," ungkapnya saat ditemui Selasa (9/7).
Saat ini, Sultan Bejo tengah difokuskan pada pelayanan gangguan kejiwaan. Masyarakat yang memiliki gejala seperti susah tidur, permasalahan pribadi, dan sebagainya bisa berkonsentrasi dengan psikolog atau psikater. "Kami layani secara online, pakai video. Waktu menyesuaikan bisa janjian terlebih dahulu," sebutnya.
Dikatakan, di Sultan Bejo itu ada tiga psikiater dan satu psikolog. Konsultasi online tersebut untuk saat ini baru bisa melayani pasien umum saja, belum bisa melayani pasien BPJS kesehatan.
Nunik mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada sekitar 40 pasien yang menggunakan layanan online tersebut. "Ada yang dari Singapura, Vietnam, Bandung, Jakarta, Solo, Surabaya, Purworejo, dan sebagainya," terangnya.
Sementara, Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, RSUD dr. Tjitrowardojo Ika Endah Lestariningsih mengungkapkan, pasien yang menggunakan inovasi Sultan Bejo memiliki masalah yang beragam. Misalnya, permasalahan di kantor, permasalahan anak, korban bullying, dan sebagainya.
Dia berharap, dengan adanya inovasi tersebut dapat menghilangkan stigma negatif terkait poli kejiwaan. Selama ini, banyak masyarakat yang malu untuk mengantre di poli jiwa. "Dengan Sultan Bejo, masyarakat tidak perlu antre dan tidak perlu malu-malu antre, sehingga harapannya skrining lebih cepat langsung terobati, jangan sampai ODGJ," ujarnya.
Mengingat, Purworejo menjadi nomor satu di Jawa Tengah dengan pasien gangguan kejiwaan tertinggi yaitu sekitar 6.800 lebih. (han/pra)
Editor : Satria Pradika