RADAR PURWOREJO - RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo terus kembangkan layanan dan sarana prasarana yang ada untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ke depan, RS tersebut akan segera miliki gedung radioterapi terapi dengan alat yang canggih dan modern.
Tahap pembangunan gedung dimulai pada Rabu (10/7) ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti. Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo Tolkha Amaruddin mengatakan, pembangunan gedung tersebut diproyeksi berjalan selama tujuh bulan. "Untuk anggaran pembangunan gedungnya saja Rp 17 Miliar. Kalau dengan alat-alatnya sekitar Rp 70 Miliar," ujarnya Rabu (10/7).
Dikatakan, radioterapi itu nantinya juga akan memberikan pelayanan kanker secara paripurna kepada masyarakat Purworejo dan sekitarnya. Dia berharap dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk rujukan ke rumah sakit type A dalam menerima pelayanan radioterapi.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan launching inovasi layanan baru untuk meningkatkan transformasi kesehatan bagi masyarakat. Yaitu, trauma center, ponek center, dan Tjitra Home Care (THC).
Tolkha menyebutkan, inovasi atau layanan tersebut dikembangkan seiring dengan adanya transformasi bidang kesehatan meliputi kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi serta KIA. "Untuk itu, kami terus berkembang meningkatkan kualitas layanan rujukan termasuk transformasi SDM dan teknologi kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," jelasnya.
Trauma center tersebut dilengkapi dengan peralatan yang canggih yang beroperasi selama 24 jam. Selain itu, ada sejumlah dokter spesialis yang terdiri dari dokter spesialis bedah saraf, dua dokter spesialis orthopedi, tiga dokter spesialis bedah umum, satu dokter spesialis bedah mulut, dua dokter, satu dokter rehabilitasi medis, dan dua dokter spesialis mata.
Kemudian, ponek center menyediakan layanan unggulan dengan adanya dokter spesialis yang kompeten. Yaitu, empat dokter obgyn yang terdiri dari tiga dokter sub spesialis, tiga dokter anestesi, dan tiga dokter anak. Serta, layanan Tjitra Home Care (THC) yaitu untuk meningkatkan kontinuitas layanan dan dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat, dengan layanan seperti keperawatan, kebidanan, fisioterapi, terapi wicara, dan sebagainya.
"Harapan kami dengan adanya inovasi layanan dan pelayanan radioterapi, ke depan RSUD dr.Tjitrowardojo semakin bermanfaat dan mewujudkan visi purworejo berdaya saing 2025," harap Tolkha.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan, salah satu tantangan eksternal dalam pengembangan dan peningkatan mutu pelayanan institusi pelayanan kesehatan adalah adanya perubahan kebijakan nasional Kemenkes RI. Utamanya, dalam penerapan klasifikasi RS berdasarkan kompetensi pelayanan pada sepuluh masalah prioritas.
Selain itu, mendorong setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu RS yang memiliki kompetensi paripurna di setiap sepuluh masalah kesehatan tersebut. "Tantangan itu ditangkap oleh RSUD dr. Tjitrowardojo dengan fleksibilitasnya melakukan pengembangan pelayanan dan berinovasi yang berkelanjutan, untuk meningkatkan akses layanan kepada masyarakat," ujarnya.
Yakni, dengan mengambil peluang pembangunan Gedung Radioterapi dan Jasa Pelayanan Radioterapi secara simultan melalui kerja sama. Selain itu, juga melakukan inovasi pelayanan baru untuk melengkapi inovasi yang sudah berjalan.
Yuli berharap, dengan berbagai peningkatan pelayanan dan fasilitas yang dimiliki, RSUD dr. Tjitrowardojo dapat semakin maju dan berkembang. (han/din)