RADAR PURWOREJO - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Purworejo akan merehabilitasi Pasar Winong yang berada di Desa Winong, Kemiri, Purworejo pada 2025 mendatang. Tahun ini, DKUKMP Purworejo baru akan membuat pasar darurat untuk para pedagang.
"Nantinya Pasar Winong tidak direhab total, karena kondisi kantor dan beberapa los masih dalam kondisi bagus. Adapun pagu anggaran yang diajukan untuk rehab Rp 4,2 miliar,” ujar Kabid Sarana Prasarana dan Pengembangan Pedagang, DKUKMP Purworejo Ari Wibowo, Senin (22/7).
Pasar yang buka setiap Senin dengan 289 pedagang itu kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Kondisi atap los pasar tersebut gentingnya banyak yang melorot. Banyak sampah berserakan dan alasnya masih tanah.
Sebelumnya, pasar tersebut sudah diusulkan rehab sejak 2020 lalu. Tetapi karena pandemi dan reconfusing anggaran untuk pemilu akhirnya baru bisa direncanakan pada 2025.
Sebelum direhab, tahun ini, DKUKMP Purworejo masih akan membuat pasar darurat menggunakan APBD perubahan Rp 200 juta. Pasar darurat tersebut akan dijadikan sebagai pasar sementara bagi para pedagang.
"Lokasinya masih satu lokasi dengan Pasar Winong. Sebelah barat pasar ada lahan kosong yang biasa digunakan sebagai pasar hewan," ungkap dia.
Salah satu pedagang Ngasiah, 71, mengaku senang jika pasar tersebut direhab agar pedangan nyaman untuk berjualan. "Semoga segera ditata supaya tidak semerawut," harap dia.
Sebagai informasi, tahun ini DKUKMP Purworejo tidak ada pekerjaan fisik pembangunan gedung. Namun, ada sejumlah pengerjaan perbaikan seperti pemasangan paving di pasar Mundusari di Desa Tamansari, Butuh, Purworejo senilai Rp 200 juta.
Kemudian, rehab kios Pasar Soko, Kecamatan Bagelen Rp 181 juta dan pembangunan area pasar kelapa di Pasar Purworejo Rp 199 juta. (han/pra)
Editor : Satria Pradika