Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Festival Kesenian Kabupaten Magelang, 21 Rampak Buto Menari di Ketep Pass

Naila Nihayah • Kamis, 25 Juli 2024 | 16:00 WIB

LUWES: Para penari Gedruk tampak atraktif dan bersemangat untuk ikut serta dalam festival kesenian di Ketep Pass, Rabu (24/7).NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
LUWES: Para penari Gedruk tampak atraktif dan bersemangat untuk ikut serta dalam festival kesenian di Ketep Pass, Rabu (24/7).NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
 

RADAR PURWOREJO - Sebanyak 21 kesenian Gedruk atau Rampak Buto dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Magelang unjuk kebolehan di hadapan pengunjung Ketep Pass. Gagahnya Gunung Merapi dan Merbabu seolah menyambut hangat kedatangan para penari yang berpenampilan layaknya raksasa.


Kegiatan yang dikemas dalam Festival Kesenian Tradisional Gedrug (Rampak Buto) itu diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang pada Rabu (24/7). Tiap kelompok seni menampilkan tarian terbaiknya selama 10 menit dan penampilan terbaik akan membawa pulang trofi.


Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kabupaten Magelang Manteb Sudarsono mencatat ada sekitar 2.600-an kelompok kesenian di wilayahnya. "Potensi ragam jenis kesenian tersebut sangatlah besar untuk dilestarikan dan dikembangkan," paparnya di sela kegiatan.


Dia menuturkan, upaya pelestarian, pembinaan, pengembangan, dan pemanfaatan kesenian itu selaras dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Untuk itu, disdikbud mengadakan festival yang fokus pada satu jenis kesenian tradisional, yakni gedruk atau rampak buto.


Kesenian tersebut, kata dia, dipilih karena 21 kecamatan di Kabupaten Magelang memiliki kelompok seni yang mengajarkan gedruk. "Pesertanya dari masing-masing kecamatan sebagai ajang promosi pariwisata berbasis budaya yang terdapat di Kabupaten Magelang," terangnya.


Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein mengatakan, kebudayaan memiliki peran yang cukup penting dalam pembinaan mental spiritual maupun pendidikan karakter. Terlebih seni budaya di wilayahnya sangat beragam yang menandakan kebhinekaan sebagai aset bernilai tinggi jika dikelola dengan baik.


Menurutnya, festival kesenian tradisional ini menjadi satu upaya untuk menjaga, merawat, mengemas, dan mempublikasikan kekayaan warisan budaya Indonesia. Utamanya di Kabupaten Magelang. "Harapannya, kegiatan ini menjadi penyemangat kita untuk terus menjaga serta melestarikan seni dan kebudayaan," harapnya.


Dia melanjutkan, tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan budaya bukan hanya milik pemerintah semata. Namun menjadi tanggung jawab bersama. Sehingga melalui kegiatan ini dapat menjadi sumber inspirasi, edukasi, dan bisa mengambil nilai-nilai filosofi yang luhur. Agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. (aya/pra)

Editor : Satria Pradika
#kesenian gedruk #Gunung Merapi #festival kesenian #rampak buto #Mungkid SK #merbabu