Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Desa Mudalrejo, Loano, Purworejo Pertahankan Tradisi Guyang Jaran saat Sura, Memandikan Kuda Lumping, Tampilkan Jaran Kepang

Jihan Aron Vahera • Jumat, 26 Juli 2024 | 15:00 WIB
TURUN-TEMURUN: Desa Mudalrejo pertahankan tradisi guyang jaran saat sura Rabu (24/7) malam. Warga berharap tradisi tersebut bisa terus dilestarikan.ISTIMEWA
TURUN-TEMURUN: Desa Mudalrejo pertahankan tradisi guyang jaran saat sura Rabu (24/7) malam. Warga berharap tradisi tersebut bisa terus dilestarikan.ISTIMEWA

RADAR PURWOREJO - Desa Mudalrejo, Loano, Purworejo terus mempertahankan tradisi guyang jaran saat Sura. Jaran tersebut merupakan kuda lumping yang merupakan bagian dari kesenian di desa tersebut sebagai kiasan untuk membersihkan dosa yang melekat.


JIHAN ARON VAHERA, Purworejo


Setiap Sura, masyarakat Desa Mudalrejo berkumpul untuk menghidupkan tradisi guyang jaran. Yaitu memandikan kuda lumping, mengadakan selamatan bersama, hingga pentas kesenian jaran kepang. Pada tahun ini, tradisi tersebut diadakan pada Rabu (24/7) malam.

"Dihadiri oleh tokoh masyarakat dan beberapa grup kesenian lain yang bergabung dalam grup kesenian Turonggo Joyo Desa Mudalrejo," ujar Ketua Kesenian Jaran Kepang Turonggo Joyo, Desa Mudalrejo, Loano, Haryono, Kamis (25/7).

TURUN-TEMURUN: Desa Mudalrejo pertahankan tradisi guyang jaran saat sura Rabu (24/7) malam. Warga berharap tradisi tersebut bisa terus dilestarikan.ISTIMEWA
TURUN-TEMURUN: Desa Mudalrejo pertahankan tradisi guyang jaran saat sura Rabu (24/7) malam. Warga berharap tradisi tersebut bisa terus dilestarikan.ISTIMEWA


Tradisi tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan keindahan seni tradisional jaran kepang, tetapi juga untuk merayakan kekayaan budaya lokal yang unik. Mereka bangga tradisi ini tidak hanya diwariskan dari generasi ke generasi. “Tapi juga terus mendapat apresiasi dan dukungan dari masyarakat luas," ujarnya.


Menurutnya tradisi kesenian jaran kepang di Desa Mudalrejo terus menjadi penanda keberagaman budaya Purworejo yang patut dipertahankan. Pun, disebarkan luaskan kepada generasi mendatang. Dia sangat berharap tradisi seni di desa ini dapat bisa terus berkembang. “Juga menjaga kebersamaan yang harmonis di tengah warga," harap dia.


Bupati Purworejo Yuli Hastuti sangat mengapresiasi atas semangat warga Desa Mudalrejo untuk nguri-uri budaya tersebut. Menurutnya, guyang jaran dapat menunjukkan kepada generasi muda pentingnya menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah.


Yuli mengungkapkan, tradisi tersebut merupakan salah satu warisan budaya yang sangat berharga. Bukan hanya sekadar yang turun temurun, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi. “Memperkokoh persatuan, dan melestarikan kebudayaan lokal," ujarnya.


Dikatakan, melestarikan tradisi merupakan tanggung jawab bersama agar tidak punah. Lebih lanjut, kata Yuli, tradisi tersebut bisa dijadikan sebagai daya tarik wisata unggulan jika dikelola dengan baik dan profesional.


Salah satu warga Desa Mudalrejo Annisa mengaku sangat antusias menyaksikan prosesi tradisi tersebut. Bahkan, momen tersebut menjadi momen yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat. "Ini momen yang kami tunggu. Selain memang sudah jadi tradisi, juga menjadi wahana hiburan yang gratis," ungkap dia. (pra)

Editor : Satria Pradika
#kuda lumping #sura #tradisi guyang jaran #jaran kepang #Purworejo #Kesenian