Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Musim Kemarau Jangan Asal Buang Puntung Rokok, Purworejo Dapatkan Bantuan DSP BNPB untuk Penanganan Kekeringan

Jihan Aron Vahera • Sabtu, 27 Juli 2024 | 15:50 WIB
Plt. Kalak BPBD Purworejo Dede Yeni Iswanti saat menerima bantuan DSP BNPB dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, beberapa waktu lalu.
Plt. Kalak BPBD Purworejo Dede Yeni Iswanti saat menerima bantuan DSP BNPB dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, beberapa waktu lalu.

RADAR PURWOREJO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo mulai waspada selama musim kemarau ini. Tak hanya kekeringan, tapi juga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk antisipasi karhutla tersebut, BPBD Purworejo telah melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan Perhutani, Polres Purworejo, masyarakat peduli api, hingga kecamatan. Yaitu, untuk menyampaikan sejumlah antisipasi dan penanganan jika terjadi karhutla.

"Kami mengimbau kepada masyarakat selama musim kemarau agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Apalagi membakar sampah di dekat hutan yang memicu kebakaran," ujar Plt. Kalak BPBD Purworejo Dede Yeni Iswanti, Jumat (26/7).

Nantinya, BPBD Purworejo bersama Perhutani, Polres Purworejo, dan instansi terkait juga akan melakukan monitoring atau patroli secara rutin agar karhutla dapat dicegah Pemkab Purworejo sendiri mendapatkan perhatian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebab, pada 1 Juli 2024, Pemkab Purworejo terbitkan SK siaga darurat kekeringan dan karhutla. "BNPB memberikan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) kepada Kabupaten Purworejo yakni digunakan untuk penanganan siaga darurat kekeringan dan karhutla," ungkapnya.

Adapun bantuan yang diberikan yaitu Rp 200 juta dari DSP BNPB, bantuan tandon air berkapasitas 5.000 liter sebanyak 20 unit, pompa dorong sebanyak tiga unit, pompa alkon 10 set, pelbet 30 unit, dan tenda pengungsi dua unit. Penyerahan secara simbolis dilakukan langsung oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto kepada Bupati Purworejo yang diwakili oleh Plt. Kalak BPBD Purworejo di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (23/7) lalu.

Menurut Yeni, bantuan tersebut sangat membantu Pemkab Purworejo dalam penanganan kekeringan. Mengingat, di Kabupaten Purworejo saat musim kemarau ada 84 desa yang rawan kekeringan. "84 desa itu tersebar di 15 kecamatan di Purworejo," katanya.

Bahkan, di 2024 ini, Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan ada tiga wilayah di Jawa Tengah yang berpotensi akan mengalami kekeringan. Yaitu, Kabupaten Purworejo, Wonogiri, dan Klaten.

Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan air. Meskipun, pihaknya telah menyediakan air bersih sebanyak 1.315 tangki yang siap didistribusikan kepada masyarakat. "Selain kekeringan, kami juga mewaspadai karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Di Purworejo ada empat kecamatan yang rawan, yaitu Kecamatan Kemiri, Bagelen, Kaligesing, dan Bener," sebut dia.(han/pra)

 

Editor : Satria Pradika
#kekeringan #Kebakaran hutan #BPBD Purworejo