Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Larung Sesaji Kambing Kendhit hingga Hasil Bumi, Sedekah Laut Wujud Syukur di Pantai Genjik Purworejo,

Jihan Aron Vahera • Senin, 29 Juli 2024 | 06:40 WIB
TRADISI: Prosesi sedekah laut di Pantai Genjik, Desa Kertojayan, Grabag, Purworejo setiap Sura selalu menjadi daya tarik masyarakat,kemarin (28/7). (JIHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA)
TRADISI: Prosesi sedekah laut di Pantai Genjik, Desa Kertojayan, Grabag, Purworejo setiap Sura selalu menjadi daya tarik masyarakat,kemarin (28/7). (JIHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA)

RADAR PURWOREJO – Para nelayan di Desa Kertojayan, Grabag, Purworejo menggelar sedekah laut di Pantai Genjik, kemarin (28/7). Sedekah laut dengan memadukan antara wisata, budaya, kepercayaan  dan religi  ini rutin dilaksanakan setiap Sura sebagai wujud rasa syukur kepada sang Kuasa.

Ribuan pengunjung datang untuk menyaksikan ritual atau tradisi larung ancak sesaji dari bibir pantai ke tengah laut. Sesaji yang dilarung yaitu kepala kambing kendhit, kaki serta jeroan yang telah dijahit kembali, kaki kambing kendhit, ingkung ayam jago dan merpati, bebek, bunga tujuh rupa, hasil bumi (buah-buahan), dan sebagainya.

Prosesi larung digelar sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Sebanyak 15 perahu nelayan dari warga Desa Kertojayan dan sekitarnya beriringan membawa ubo rampe untuk dilarung ke pantai selatan.

Kepala Desa (Kades) Kertojayan Tri Rapi Pangestuti menyampaikan, sedekah laut tersebut rutin dilakukan di minggu terakhir Sura.Sebelum dilaksanakan prosesi larung, diawali dengan doa bersama dimulai sejak Sabtu (27/08) sore. Kemudian, malam harinya acara menyembelih kambing kendhit. "Doa untuk memohon kepada sang Kuasa agar hasil panen ikan ke depan semakin melimpah," ucapnya.

Kambing kendit yang dilarung yaitu kambing berwarna hitam dengan garis putih melingkar di bagian perut seperti kendit atau jarik yang melingkari perut. Kambing kendhit dipilih karena keistimewaannya yang kelahirannya 1:100.

Setelah prosesi larung usai, belasan perahu kembali ke bibir pantai. Sesaji yang telah dilarung kemudian diperebutkan oleh warga atau pengunjung yang hadir menyaksikan larung tersebut. Itu adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh warga atau biasa disebut 'ngalap berkah'. "Meski ada insiden perahu terbalik akibat gelombang tinggi tapi tidak mempengaruhi kemeriahan dan kesakralan sedekah laut tersebut," tambahnya. 

Salah satu warga yang menyaksikan sedekah bumi yakni Elok mengaku sudah sangat menunggu momen tersebut. Padahal, dia bukan asli warga Desa Kertojayan. Dia warga tetangga desa. Setiap tahun pasti ke sini sama keluarga kalau ada larungan. “Rebutan sesaji, ngalap berkah," ujar dia. (han/din)

 

Editor : Satria Pradika
#Pantai Genjik #Desa Kertojayan #sedekah laut #Tri Rapi Pangestuti #larung ancak sesaji