Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

PDAM Purworejo Siapkan Konsep Jangka Panjang Tangani Kekurangan Air Bersih di Musim Kemarau

Jihan Aron Vahera • Selasa, 30 Juli 2024 | 17:00 WIB
Direktur PDAM Purworejo Hermawan Wahyu Utomo.JIHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA
Direktur PDAM Purworejo Hermawan Wahyu Utomo.JIHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA

RADAR PURWOREJO - Perumda Air Minum Tirta Perwitasari (PDAM) Purworejo mempersiapkan konsep jangka panjang untuk menangani kekurangan air bersih di musim kemarau.

Direktur PDAM Purworejo Hermawan Wahyu Utomo menyampaikan, selama ini PDAM Purworejo terus berupaya untuk memastikan ketersediaan air bersih meski saat musim kemarau. "Kami terus menjaga kestabilan produksi air bersih tetap terjaga dengan baik dengan memastikan instalasi dan seluruh alat produksi dalam kondisi baik," ujarnya saat ditemui Senin (29/7).

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan tangki-tangki air bersih hingga menyiagakan sumber daya manusia (SDM) dengan baik. Namun tidak hanya sampai disitu, kata Wawan, isu kemarau merupakan hal yang periodik sehingga perlu dipersiapkan konsep jangka panjang.

Baca Juga: Sejarah Berdirinya Pasar Kranggan Jogja, Jantung Kuliner dan Warisan Budaya

Baca Juga: Hari Pertama Puncak HUT Telkom-59, Telkom Hadirkan Digiland Conference dengan Pembicara Inspiratif dan Edukatif

Baca Juga: Sejarah Situs Masjid Agung Kauman Pleret di Bantul: Jejak Kejayaan Kerajaan Mataram Islam

Saat ini PDAM Purworejo tengah berproses untuk pembangunan instalasi pengolahan air bersih menggunakan teknologi membran (membran system water treatment) dari Korea. Rencananya, akan berlokasi di Desa Dadirejo, Bagelen, Purworejo. "Kami berkerja sama dengan PT Dzam Starindo Traco untuk pengadaan membran tersebut," ungkap dia.

Diketahui, PT Dzam Starindo Traco merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang investasi SPAM di Surabaya. "Pembangunan instalasi tersebut digarap dengan model build operate transfer (BOT) yaitu PT Dzam menyiapkan membran untuk penyaringan air, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo menyiapkan jaringan pipa, dan PDAM Purworejo menyiapkan lahan serta perizinan," bebernya.

Wawan mengungkapkan, PDAM Purworejo telah menyiapkan lahan seluas 2.750 meter persegi di Desa Dadirejo, Bagelen. Pun, telah menyelesaikan izin pengambilan air pemukaan yang dikeluarkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) pada Februari 2024 lalu. "Nantinya, akan difinalisasi dengan  MoU antara PT Dzam dengan pemda dengan total kerjasama Rp 65 miliar bertahap selama 25 tahun," jelas dia.

Baca Juga: Berkenalan Dengan Nakula dan Sadewa: Si Kembar yang Berbeda Karakter 180 Derajat

Baca Juga: Ini Dia Makna di Balik Motif Batik Parang Yang Kerap Digunakan Para Pejabat Negara

Baca Juga: Cerita di Balik Batik Kawung, Batik yang Menyerupai Buah Kawung atau Buah Aren

Dipaparkan, untuk tahap pertama dengan debit air 50 liter per detik untuk mengaliri 5.000 sambungan rumah (SR), tahap kedua 150 liter per detik untuk 15 ribu SR, dan tahap ketiga 200 liter per detik untuk 20 ribu SR. "Instalasi pengolahan air bersih tersebut dapat melayani Kecamatan Bagelen, Purwodadi, Ngombol, dan Bandara YIA," imbuhnya.

PT Dzam juga telah melaksanakan uji coba alat pengolahan air berteknologi membran di muara Sungai Bogowonto pada 21 Juni 2024 lalu. Hasil studi kelayakannya juga telah dipaparkan kepada Pemkab Purworejo yang diikuti Dinas PUPR, Bapedalitbang, Perkimtan, BPKPAD, serta bagian umum, organisasi, dan perekonomian Setda Purworejo.

Diketahui, pengolahan air bersih dengan teknologi membran tersebut merupakan penyaringan air menggunakan teknologi canggih. Ada saringan di membran dengan nano sehingga tersaring dengan sempurna. Pengolahan air menggunakan teknologi tersebut juga dinilai lebih steril jika dibandingkan dengan yang dipakai sekarang yang masih menggunakan sistem manual. (han)

Editor : Satria Pradika
#AIR BERSIH #Korea Selatan #bandara yia #PDAM #pdam purworejo