RADAR PURWOREJO – Geografis Kabupaten Purworejo yang sebagian berupa pegunungan dan pantai berdampak pada kemungkinan bencana alam berupa tanah longsor, banjir, dan tsunami. Bencana itu tidak hanya mengakibatkan kerugian fisik dan material, tapi juga dapat berdampak pada kerusakan arsip-arsip penting.
“Termasuk yang dimiliki oleh pemdes," kaat Bupati Purworejo Yuli Hastuti saat menghadiri sosialisasi kepada pemerintah desa (pemdes) di Kabupaten Purworejo terkait sosialisasi identifikasi dan evakuasi arsip pascabencana yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Purworejo, Selasa (30/7).
Menurut Yuli, arsip memiliki peran penting dalam administrasi pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik. "Sehingga harus memiliki kesiapsiagaan yang tinggi dalam melindungi dan menyelamatkan arsip dari kemungkinan kerusakan atau kehilangan akibat bencana," beber dia.
Dia berharap, melalui sosialisasi tersebut, pemdes dapat memahami dan menguasai teknik identifikasi serta evakuasi arsip pasca bencana. Pun, memastikan setiap desa memiliki rencana darurat yang efektif untuk melindungi arsip-arsipnya.
"Kami berpesan agar desa selalu siap siaga dan bekerja sama dalam menghadapi segala kemungkinan bencana yang mungkin terjadi," pesan Yuli. Keberhasilan pengelolaan arsip pascabencana tidak hanya bergantung pada pengetahuan dan keterampilan teknis semata, tetapi juga pada komitmen untuk menjaga dan melindungi arsip sebagai warisan informasi bagi generasi mendatang.
Kepala Dinpusip Purworejo Eny Sudiyati mengungkapkan, sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait evakuasi dan identifikasi arsip akibat bencana kepada pemdes dan menjadi motivasi bagi perangkat daerah untuk berupaya meningkatkan dan menyempurnakan sistem kearsipan.
"Selain itu, untuk memberikan perhatian yang maksimal agar keberadaan arsip dapat berfungsi sebagaimana mestinya," ujarnya.(han/pra)
Editor : Satria Pradika