RADAR PURWOREJO - Ketua DPD Partai Golkar Kebumen Halimah Nurhayati akan meminta tim Lilis-Zaeni tak lagi menggunakan logo Partai Golkar untuk kepentingan politik. Langkah ini diambil pasca rekomendasi DPP Partai Golkar turun kepada bakal pasangan calon Arif-Rista.
Halimah mengatakan, dukungan Partai Golkar kepada Arif-Rista sudah final. Tak ada lagi tawar menawar jika DPP memberikan restu lewat surat rekomendasi. "Akan segera kami minta kepada tim sebelah soal hal ini," kata Halimah, Senin (26/8).
Halimah menjelaskan, logo merupakan entitas kebesaran partai. Artinya, ketika sudah ada keputusan rekomendasi, maka tidak boleh digunakan secara sembarangan. "Karena sudah menjadi keputusan DPP, kami pastikan mulai hari ini (logo Partai Golkar) tidak ada lagi disana," jelasnya.
Halimah mengaku, pemasangan logo Partai Golkar di kubu Lilis Nuryani-Zaeni Miftah merupakan bagian perjalanan politik. Hal ini dinilai cukup wajar di tengah dinamika politik dalam kerangka membangun koalisi antar parpol. Kondisi ini pun juga dialami partai lain. Yakni, PKS yang logonya sempat terpasang bersama foto Lilis-Zaeni. "Kembali lagi, waktu itu kami berupaya komunikasi politik. Secara otomatis logo akan hilang mulai deklarasi tadi malam," ungkapnya.
Sebelumnya, logo Partai Golkar sempat terpampang di berbagai alat sosialisasi pasangan Lilis-Zaeni. Logo partai beringin tersebut terlihat berjejer dengan partai lain, meliputi PKB, NasDem, Gerindra, PKS dan Demokrat.
Sementara itu, Bupati petahana Arif Sugiyanto mengatakan, komunikasi dengan para petinggi parpol dilakukan di tengah kesibukan menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang bupati. Dia mengaku, sejauh ini tak ingin ambil pusing soal dukungan dari parpol. Terlebih, dinamika politik belakangan ini cukup dinamis. "Semua akan indah pada saatnya. Jembatan komunikasi itu memang selalu saya bangun. Tidak ada jalan buntu di politik," terangnya. (fid)
Editor : Satria Pradika