Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Undang Gus Yusuf Isi Pengajian, Merti Desa Kebongunung, Purworejo Digelar tanpa Kirab Budaya

Jihan Aron Vahera • Rabu, 28 Agustus 2024 | 17:00 WIB
Kegiatan pengajian dalam rangka merti desa di Desa Kebongunung pada Selasa (27/8).Pemdes Kebongunung untuk Radar Jogja
Kegiatan pengajian dalam rangka merti desa di Desa Kebongunung pada Selasa (27/8).Pemdes Kebongunung untuk Radar Jogja



RADAR PURWOREJO - Merti desa di Desa Kebongunung, Loano, Purworejo digelar tanpa kirab budaya seperti halnya desa lain di Kabupaten Purworejo. Meski tanpa kirab, merti desa di desa tersebut juga digelar cukup meriah.


Kepala Desa Kebongunung Fatah Kusuma Handogo menyebutkan, merti desa di desanya digelar dengan sejumlah rangkaian kegiatan seperti ziarah ke makam para sesepuh atau pepunden serta perangkat desa yang sudah tiada dan juga pengajian.

"Pengajian kami gelar setiap tahun. Ada wayangan juga dua tahun sekali, kebetulan tahun ini hanya pengajian saja, tahun depan baru ada wayangan," ujar Atta sapaannya Selasa (27/8).


Menurutnya, merti desa merupakan kegiatan yang sudah menjadi tradisi dan turun temurun. Sedangkan, kirab budaya dari dulu di desanya memang tidak ada. "Sehingga kami tidak ada rencana untuk mengadakannya," ungkap dia.


Dikatakan, dari dulu merti desa yang dilakukan hanya pengajian dan wayangan saja. Sehingga, pihaknya tidak ingin mengada-adakan kirab budaya tersebut.


Sementara, untuk kegiatan pengajian dilaksanakan pada Selasa (27/8) dan menjadi puncak acara merti desa. Pengajian tersebut menghadirkan pengasuh Ponpes API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).


Bupati Purworejo Yuli Hastuti sangat mengapresiasi  masyarakat dan Pemerintah Desa Kebongunung, yang telah mengungkapkan rasa syukurnya dengan mengadakan selamatan merti desa yang diisi dengan kegiatan religius.

"Pada hakikatnya merti desa merupakan sebuah kegiatan yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas segala karunia yang diberikan-Nya," ujarnya.


Dia menambahkan, merti desa adalah cara yang baik untuk memperkuat semangat sosial dan budaya yang melekat dalam jiwa seluruh warga desa. Selain itu, bisa menjadi wadah silaturahmi bagi masyarakat agar saling menghormati, saling asah, asih dan asuh. "Itu merupakan nilai kearifan lokal yang harus terus dijaga agar tidak tergerus zaman," tutur Yuli. 


Dengan kearifan lokal yang tinggi itu, dia mengajak masyarakat di Desa Kebongunung untuk menangkap peluang, berkreasi, berinovasi, menggali dan mengembangkan potensi yang ada. "Demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat," tandasnya. (han)

Editor : Satria Pradika
#kirab budaya #gus yusuf #pengajian #Desa Kebongunung