RADAR PURWOREJO - Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyebut angka kemiskinan terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Tercatat, angka kemiskinan pada 2024 sebesar 15,71 persen atau masih tersisa 187.950 jiwa.
Menurut Arif, capaian tersebut tak lepas atas kerja keras dan komitmen lintas sektor. Dengan begitu tingkat kemiskinan di Kebumen tidak berhenti alias stagnan. "Semua disertai kerja keras dan juga dukungan masyarakat," kata Arif, Minggu (1/9).
Merujuk data BPS, angka kemiskinan penduduk di Kebumen sejak 2020 hingga 2024 terus mengalami penurunan. Pada tahun 2020, angka kemiskinan menyentuh 17,59 persen. Sedangkan 2021 turun menjadi 17,83 persen atau menyisakan 212.900 jiwa.
Menurut Arif, dua tahun tersebut menjadi tantangan terberat karena seluruh sektor terhambat akibat pandemi Covid-19. Arif bersyukur, di 2022-2023 angka kemiskinan di Kebumen mulai melandai seiring pandemi Covid-19 dapat terkendali. Pada 2023, angka kemiskinan tercatat 16,34 persen atau 195.450 jiwa. "Alhamdulillah sudah turun di angka 187.950 jiwa. Berarti angka kamiskinan turun sebanyak 23,140 jiwa," terang Arif.
Lebih lanjut, meski angka kemiskinan cenderung turun, bukan berarti Pemkab Kebumen berdiam diri. Arif menjelaskan, selain fokus pada pengentasan kemiskinan, pihaknya pun fokus pada penanganan stunting. Kemudian, pemkab juga mencanangkan skala prioritas pencanangan jaminan kesehatan secara merata.
Pemkab Kebumen kini sudah menyandang predikat UHC dari BPJS Kesehatan. Artinya cakupan jaminan kesehatan masyarakat Kebumen sudah lebih dari 95 persen. "Stunting awalnya hampir 16 persen, sekarang turun dua digit menjadi 9,93 persen. Jaminan kesehatan sudah 99,8 perdsen," jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kebumen Kus Haryono menyebut, pada 2024 angka penurunan kemiskinan di Kebumen mencapai 0,63 persen atau terbaik ketiga di Jawa Tengah. Angka ini jauh lebih baik dibanding rata-rata penurunan kemiskinan di Jawa Tengah maupun nasional. "Kebumen itu lebih tinggi dibanding rata-rata penurunan kemiskinan di Jawa Tengah. Tepatnya 0,3 persen dan nasional 0,33 persen," kata Kus, Senin (2/9).
Kus mengatakan, kepala BPS Jawa Tengah juga turut mengapresiasi upaya Pemkab Kebumen dalam hal pengentasan kemiskinan. Terbukti penurunan angka kemiskinan Kebumen telah mampu melampaui target rata-rata. "Dalam rapat kerja, ibu kepala BPS Jateng apresiasi. Ini ditandai penurunan signifikan," ujarnya. (fid/pra)