RADAR PURWOREJO - Desa Pandanrejo, Kaligesing, Purworejo mengajak generasi muda untuk melestarikan kesenian ketoprak agar tidak punah. Yakni, dengan membentuk grup ketoprak anak bernama Putro Budoyo.
Pelaku seni ketoprak di Desa Pandanrejo Sumiyati menyampaikan, grup tersebut terdiri dari anak-anak SD dari kelas 3 hingga kelas 6. "Kami inisiasi karena kami tidak ingin ketoprak di desa kami mati begitu saja," ujarnya, kemarin (4/9).
Hal ini dilakukan karena kesenian ketoprak merupakan salah satu kesenian yang lestari di desa tersebut. Sehingga, para pelaku seni ketoprak yang tergabung dalam grup Siswo Budoyo bergerak memberikan edukasi dan latihan kepada anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar yang ada di desa tersebut.
"Akhirnya terbentuk grup Putro Budoyo yang harapannya bisa menjadi penerus dari Siswo Budoyo yang dulu itu sangat terkenal," harapnya. Selain itu, dia berharap anak muda yang tergabung di grup tersebut dapat terus berlatih dan nguri-uri kesenian-kesenian yang ada di Desa Pandanrejo.
Putro Budoyo juga telah mementaskan lakon Sumilakimg Pedut ing Purwocarito pada kegiatan Parade Budaya Baritan Pandanrejo beberapa waktu lalu. Yaitu, diperankan oleh tujuh anak perempuan dan tujuh anak laki-laki.Selanjutnya, untuk karawitan berjumlah 13 anak dengan delapan sinden. Mereka diperkuat dengan adanya grup gamelan yang sudah sejak lama rutin berlatih. “Mereka kami siapkan untuk bisa tampil. Dan, ternyata mereka mampu," ungkap dia.
Menurutnya, anak-anak tersebut sangat bertalenta karena tidak butuh waktu lama untuk melatih. Cukup dengan waktu dua bulan, mereka mampu menunjukkan kemampuannya tanpa ada rasa grogi. "Semoga ketoprak anak ini bisa ditampilkan secara rutin dalam berbagai event baik di event desa atau luar desa," sebut Sumiyati.
Kepala Desa Pandanrejo Dwi Kristanto Sektyawan menyebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Pandanrejo sangat mendukung dan mengapresiasi terbentuknya grup kesenian itu. Sebab, keberadaan mereka memberikan dukungan dalam hal kesenian dan budaya di desa tersebut.
Terlebih, Desa Pandanrejo merupakan desa yang dinobatkan sebagai desa budaya oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan pada Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. "Haris dilestarikan (ketoprak), sekarang sudah sedikit grup yang ada. Kami akan memberikan ruang kepada mereka untuk berkreasi," tandas dia. (han/din)
Editor : Satria Pradika