KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten Kebumen (Pemkab) mengalokasikan anggaran hibah senilai Rp 9 miliar untuk lembaga sosial keagamaan. Anggaran tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah karena selama ini lembaga sosial keagamaan turut berkontribusi terhadap program pembangunan daerah.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyampaikan, alokasi dana hibah untuk lembaga sosial keagamaan setiap tahun bertambah. Diharapkan dari anggaran tersebut akan membawa manfaat bagi masing-masing penerima. "Bantuan bisa digunakan untuk mendukung kegiatan organisasi," ujar Arif saat penyerahan hibah secafa simbolis di Pendopo Kabumian, Kamis (5/9).
Arif menyebut, hibah yang diberikan Pemkab Kebumen jumlahnya beragam. Dilihat dari kebutuhan serta posisi setiap lembaga sosial keagamaan. Seperti halnya PCNU Kebumen, tahun ini mendapat kucuran dana hibah senilai Rp 2 miliar.
Baca Juga: Telin dan Indosat Business Bangun Kolaborasi Strategis melalui Platform NeuTrafiX
Selain itu, PD Aisyiyah Kebumen juga menerima Rp 800 juta, MUI Kebumen Rp 50 juta dan IWAPI Kebumen Rp 200 juta. Di luar itu hibah diberikan untuk tempat ibadah dan pondok pesantren dengan nominal berkisar Rp 20-100 juta. "Kalau ditotal semua itu mencapai Rp 9 miliar," kata Arif.
Dia mengatakan, pemberian dana hibah menjadi bukti bahwa Pemkab Kebumen tak hanya fokus pada program infrastruktur, melainkan juga menyasar program pembangunan sumber daya manusia. "Organisasi sosial kegamaan ini juga perlu kami bantu dalam rangka pengembangan SDM, supaya menciptakan SDM unggul," ucapnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kebumen Imam Satibi beryukur serta mengapresiasi atas perhatian yang diberikan Pemkab Kebumen kepada NU. Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa selama ini hubungan dan sinergitas antara pemerintah daerah dengan NU cukup harmonis dan baik. "Kami ini merasakan bagaimana bantuan ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan organisasi. Jadi manfaatnya bisa langsung dirasakan lapisan masyarakat bawah," ujarnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo