PURWOREJO - Calon Bupati (Cabup) Purworejo Yuli Hastuti belakangan diklaim sebagai sosok bupati termiskin di Indonesia. Lantaran, berdasar pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di 2023, harta kekayaannya hanya berkisar ratusan juta.
Bahkan, Yuli juga tak memiliki rumah ataupun tanah. Namun, hal tersebut tidak menjadi persoalan bagi para tim pemenangan pasangan nomor urut 2 Yuli Hastuti-Dion Agasi Setiabudi (Yuli-Dion). Itu justru menjadi spirit bagi mereka untuk memenangkan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Purworejo.
Juru bicara koalisi pengusung Yuli-Dion (Koalisi Guyub Rukun) Muhamad Abdullah menyampaikan, kabar tersebut lantas tak membuat para tim pemenangan merasa minder dan kaget. Sebab, mereka dari awal mengaku sudah mengetahui bahwa Yuli Hastuti tidak bergelimang harta untuk ukuran bupati atau wakil bupati.
"Kami justru bangga karena calon yang mereka usung merupakan calon yang tidak mengincar atau mementingkan harta," ungkapnya Minggu (29/9).
Dullah sapaannya mengatakan, masyarakat mungkin banyak yang tercengang dengan catatan LHKPN milik Yuli Hastuti. "Bu Yuli hanya memiliki kekayaan ratusan juta dan tak memiliki rumah pribadi. Rumah yang ditinggali hanyalah rumah tinggalan suaminya, Pak Kelik dan yang masih menjadi milik keluarga besar dari Pak Kelik," paparnya.
Menurutnya, para partai pengusung pasangan Yuli-Dion dalam menentukan calon bupati atau wakil bupati yang akan dijagokan pada Pilkada 2024 bukan berdasar pada miskin atau kaya. Tapi, berdasarkan pada aspirasi publik baik melalui survei atau tatap muka dengan masyarakat. "Kami sama sekali tidak minder atau kecil hati kalau nama yang diusung adalah bupati termiskin di Indonesia," tegasnya.
Dia menyebut, mereka akan bekerja bersama rakyat yang menginginkan Kabupaten Purworejo memiliki pemimpin yang bersih dan santun dengan didampingi anak muda yang gesit dan berenergi. Dia meyakini, pasangan Yuli-Dion akan mendapatkan dukungan dari masyarakat.
"Kami bersama relawan akan bahu membahu memenangkan Yuli-Dion. Dukungan dari tokoh masyarakat dan agama semakin hari juga semakin banyak," terangnya. Menurut Dullah, isu miring atau serangan hoax tak akan menggoyahkan semangat dan menurunkan simpati publik terhadap pasangan Yuli-Dion. (han)
Editor : Heru Pratomo