Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Inventarisasi dan Identifikasi Proyek Pengendali Banjir di Purworejo Selesai Dilakukan

Jihan Aron Vahera • Jumat, 11 Oktober 2024 | 18:30 WIB
Photo
Photo

 

PURWOREJO - Tahap inventarisasi dan identifikasi tanah untuk proyek pembangunan prasarana pengendali banjir dan pengaman pantai kawasan Bandara International Yogyakarta (YIA) telah selesai dilaksanakan pada Kamis (10/10).

 

Adapun lokasi yang telah diinventarisasi dan diidentifikasi adalah Desa Jogoboyo, Watukuro, dan Purwosari (Kecamatan Purwodadi), Desa Bapangsari, Bagelen, dan Bugel (Kecamatan Bagelen), serta Desa Wasiat, Pejagran, dan Tunjungan (Kecamatan Ngombol). Diketahui, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), sebagai instansi yang memerlukan tanah menargetkan 152 bidang dengan luas 5,64 hektar di sembilan desa itu.

 

Pelaksana Pengadaan Tanah (P2T) yaitu Badan Pertanahan Nasional (BPN) Purworejo berhasil menyelesaikan tahapan tersebut pada Kamis (10/10). "Saat ini sedang kami olah untuk proses penetapan hasil inven inden sebelum nantinya diumumkan," kata Ketua P2T Proyek Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir Dan Pengaman Pantai Kawasan YIA Andri Kristanto pada Kamis (10/10).

 

Dikatakan, untuk proses inventarisasi dan identifikasi, BPN Purworejo mengikutsertakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo untuk menginventarisasi bangunan.

Baca Juga: AHM Luncurkan Honda ICON e: dan CUV e: 

Baca Juga: 6 Manfaat Jamu Beras Kencur Bagi Kesehatan, Salah Satunya Mengatasi Jerawat

Serta, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo untuk menginventarisasi tanam tumbuh di tanah terdampak proyek pengendali banjir itu.

 

Andri meyakini, pengadaan tanah untuk proyek tersebut dapat diselesaikan lebih cepat dari target yang telah ditentukan. "Sebelum 12 Desember 2024 uang ganti rugi bisa terbayarkan," kata dia optimis.

 

Salah satu warga terdampak di Desa Bapangsari, Bagelen, Purworejo yaitu Suteni, 55, warga RT 2/RW 3. "Sudah sejak 2016 halaman rumah saya tergerus banjir Sungai Bogowonto. Rumah saya bisa terendam kurang lebih dua meter," ujarnya.

 

Dia menyebut, di wilayahnya sudah bertahun-tahun memang menjadi langganan banjir. Biasanya ketika terjadi banjir, dia dan warga lain harus mengungsi ke lokasi yang tidak kebanjiran. "Biasanya di masjid sampai seminggu kalau ngungsi. Alhamdulillah, tahun ini tidak banjir setelah ada Bendungan Bener," tutur dia.

 

Suteni mengaku senang dengan adanya proyek tersebut. Namun, dia juga sedih karena harus pindah dari rumah tempatnya lahir. Terlebih, tanahnya yang terdampak itu kini ditanami pohon matoa, kelapa, bambu, dan sebagainya. "Pohon Matoa ini kalau panen lumayan hasilnya, per pohon bisa menghasilkan Rp 1 juta," ungkapnya.

 

Setelah mendapatkan uang ganti rugi, dia rencananya akan segera pindah dari rumah itu. "Saya akan pindah ke tanah milik adik di dekat gardu merah. Sekitar 500 meter dari sini," sebut dia. (han)

 

Editor : Heru Pratomo
#Purworejo #tanah