PURWOREJO - Proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Bener nantinya digadang-gadang mampu tangani permasalahan ketersediaan air di Purworejo saat musim kemarau. Utamanya, masalah terkait pengairan sawah.
Mengingat, di musim kemarau, sebagian besar sawah di wilayah Kabupaten Purworejo menganggur. Lantaran, air yang ada minim sehingga tidak cukup untuk mengairi areal persawahan di wilayah Purworejo.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Gatut Bayuadji mengungkapkan, saat ini progres pembangunan Bendungan Bener telah mencapai 49 persen. Bendungan Bener nantinya dapat menyediakan air untuk tiga kabupaten.
Yaitu, Kabupaten Purworejo sebesar 508 meter kubik/detik, untuk wilayah Kebumen 300 meter kubik/detik dan Kulon Progo 700 meter kubik/detik. "Untuk Kulon Progo dalam rangka program menunjang perkembangan kontrak Eco City," imbuhnya.
Baca Juga: Regenerasi dan Peningkatan Kapasitas, Kapolsek Kutoarjo dan Kapolsek Butuh Dirotasi
Sebelumnya, PPK Bendungan Bener M Yushar Yahya mengungkapkan, saat ini proses pembangunan Bendungan Bener masih fokus untuk penyelesaian pekerjaan timbunan main intake dan spillway. "Untuk target selesai di 2026," ucap dia.
Sementara, Pjs Bupati Purworejo Endi Faiz Effendi mengatakan, Dirjen Serealia Kementan beberapa waktu lalu berkunjung ke Kabupaten Purworejo. Pun, meminta agar Kabupaten Purworejo meningkatkan luas lahan tanam karena Purworejo merupakan daerah penyangga pangan. "Namun untuk mewujudkan hal itu, ketersediaan air menjadi kendala utama," katanya Rabu (16/10).
Dia berharap, dengan adanya Bendungan Bener itu, nantinya volume air dapat dikelola dengan baik. Yaitu, saat musim penghujan air ditampung dan saat musim kemarau dimanfaatkan. "Semoga dengan progres yang sudah 49 persen ini, bendungan dapat selesai tepat waktu dan tepat guna," harapnya.
Menurutnya, pembangunan Bendungan Bener membutuhkan effort yang luar biasa. Selain itu, perlu adanya koordinasi berkelanjutan antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Purworejo. (han)
Editor : Heru Pratomo