PURWOREJO - Untuk mewaspadai bencana tsunami, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo akan menggelar gladi lapangan tsunami di wilayah pesisir, yaitu di Kecamatan Grabag.
Rencananya kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Rabu (14/11) mendatang. Plt Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Dede Yeni Iswantini menyampaikan, kegiatan gladi bencana tsunami bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapan personil dan sarana prasarana yang dimiliki seluruh unit kebencanaan.
Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana tsunami di Kabupaten Purworejo, BPBD juga telah melaksanakan gladi ruang (TTX atau table top exercise) dan gladi posko (CPX atau command post exercise) pada Selasa (5/11) di aula BPBD Purworejo. "Selanjutnya, akan dilaksanakan gladi lapang yang rencananya akan dilaksanakan di Kecamatan Grabag," katanya Rabu (6/11).
Dikatakan, dalam gladi ruang dan posko tersebut diikuti oleh berbagai pihak terkait termasuk TNI, Polri, OPD terkait, dan relawan kebencanaan di Kabupaten Purworejo. Kegiatan diisi dengan paparan materi oleh fasilitator dari BPBD Purworejo. Para peserta juga dibekali pemahaman mengenai TTX dan CPX guna mempersiapkan respons yang cepat dan efektif dalam situasi penanganan bencana.
Sementara, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Purworejo Achmad Kadir Kurniawan mengatakan, kegiatan tersebut penting dilakukan. Sebab, Kabupaten Purworejo memiliki garis pantai sepanjang 25 kilometer yang membentang dari perbatasan Kabupaten Kulonprogo hingga perbatasan Kabupaten Kebumen.
Dengan begitu, Kabupaten Purworejo memiliki potensi terjadi tsunami. Sehingga, dia sangat menyambut baik kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya antisipasi dalam menghadapi kemungkinan bencana.
"Harapannya, itu dapat meminimalisasi terjadinya korban dan pada saat tanggap darurat bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, efektif, dan efisien," tuturnya.
Dia mengingatkan, indeks risiko bencana Kabupaten Purworejo di tingkat Jawa Tengah maupun nasional masih tinggi. "Kabupaten lain seperti Wonosobo, Temanggung, Magelang mungkin jauh dari bencana tsunami karena tidak memiliki garis pantai, tapi Kabupaten Purworejo lengkap (ada dataran, pegunungan, perbukitan dan pantai), sehingga perlu waspada terhadap bencana tsunami," jelas dia.
Diungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo telah melakukan langkah antisipasi jika terjadi tsunami. Yaitu, menyusun peta risiko dan bahaya tsunami, memasang alat early warning system (EWS) tsunami, mempersiapkan jalur evakuasi mulai dari peta, rambu, hingga pengerasan jalan, dan lain sebagainya. (han)
Editor : Heru Pratomo