PURWOREJO - Kelompok Tani Sido Mukti di Desa Prumben mulai mengembangkan tanaman padi jenis gogo. Lahan seluas 8 hektare di Desa Prumben, Gebang, Purworejo ditanami padi jenis gogo di awal musim penghujan tahun ini.
Penyuluh Pertanian, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Gebang Totok Fitrianto menyampaikan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo sudah melakukan identifikasi potensi lahan pengembangan padi gogo di sejumlah wilayah di Purworejo. Salah satunya di Kecamatan Gebang.
"Kelompok Tani Sido Mukti di Desa Prumben dipilih karena didasarkan pada pengamatan lapangan yaitu sudah turun hujan lebat selama dua hari berturut-turut dan tanah sudah cukup lembab untuk dilakukan penanaman padi gogo," terangnya Senin (11/11).
Baca Juga: Nasabah Bank Mandiri Dapat Transfer ke Luar Negeri dalam 17 Mata Uang Asing
Untuk pengembangan padi jenis gogo ini, desa tersebut mendapatkan bantuan bibit padi jenis Gogo dari DKPP Purworejo. "Itu (padi) sudah disalurkan sejak awal September lalu," ungkap Totok.
Dikatakan, pemberian bibit sengaja dilakukan lebih awal untuk mengantisipasi datangnya musim hujan di awal Oktober. Dengan harapan, ketika hujan turun, bibit bisa langsung ditanam.
Adapun, pengembangan padi gogo di desa tersebut berlokasi di Gunung Keling. Yakni, lahan perhutani yang mendapat hak kelola lahan oleh masyarakat setempat. Biasanya, lahan tersebut ditanami singkong pada awal musim hujan. "Kini ditanami dengan padi gogo," lanjutnya.
Baca Juga: Keserempet Jalan Tol Jogja-Bawen Dua Meter Persegi, Warga Magelang Ini Bingung Dapat UGR Rp 2,4 Juta
Dia berharap, dengan ditanami padi gogo itu, dapat meningkatkan luas areal tanam dan panen dengan baik. Sehingga, dapat menyumbang ketersediaan pangan khususnya padi di desa tersebut.
Menurutnya, desa tersebut dapat demonstration plot (demplot) bagi petani-petani lainnya. Totok menyebut, DKPP melalui PPL setempat akan terus melakukan monitoring sebab jika program ini berhasil akan memicu petani lainnya untuk mengembangkan padi gogo.
Baca Juga: Purworejo Masih Jadi Perlintasan Wisatawan Untuk Berkunjung ke Daerah Lain
Diketahui, padi gogo merupakan jenis padi yang bisa ditanam di sawah yang memerlukan pengairan yang banyak. Yaitu, bisa ditanam di kebun atau ladang sehingga tidak memerlukan irigasi khusus.
"Harapannya tempat lain juga yang berpotensi bisa ditanami padi gogo. Sehingga dapat menambah lebih banyak ketersediaan pangan dan meningkatkan ketahanan pangan," tandasnya. (han)
Editor : Heru Pratomo