Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Waspada Tsunami, BPBD Purworejo Gelar Gladi Lapang Bencana Tsunami

Jihan Aron Vahera • Jumat, 15 November 2024 | 20:25 WIB

 

PROKOPIM KEBUMEN UNTUK RADAR KEBUMEN SELAMAT : Bupati Kebumen Arif Sugiyanto (kanan) didampingi Kepala Bappeda Kebumen Edi Riyanto (kiri) menghadiri konferensi internasional UNESCO Global Geopark (UGG) di Maroko.
PROKOPIM KEBUMEN UNTUK RADAR KEBUMEN SELAMAT : Bupati Kebumen Arif Sugiyanto (kanan) didampingi Kepala Bappeda Kebumen Edi Riyanto (kiri) menghadiri konferensi internasional UNESCO Global Geopark (UGG) di Maroko.

 

PURWOREJO - Kabupaten Purworejo menjadi salah satu wilayah yang rawan akan bencana tsunami. Untuk kewaspadaan dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo menggelar gladi lapangan bencana tsunami di lapangan Desa Ketawangrejo, Grabag, Purworejo pada Kamis (14/11).

Plt. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Purworejo Dede Yeni Iswantini menyampaikan, gladi lapangan bencana tsunami tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat. Selain itu, melatih dan meningkatkan koordinasi antara stakeholders penanggulangan bencana dalam menghadapi bencana tsunami.

Dalam penanggulangan bencana terdapat istilah pentahelix bencana. Yaitu, perlu adanya kerjasama antara unsur pemerintah, dunia usaha, masyarakat, media massa dan akademisi. "Kegiatan berlangsung selama satu hari, di awali dengan pembukaan dan dilaksanakan simulasi bencana tsunami," jelasnya Kamis (14/11).

Adapun peserta kegiatan tersebut berasal dari lintas sektoral. Yakni, mulai dari relawan, ormas, media, Desa Ketawangrejo, Desa Patutrejo, Desa Munggangsari, Desa Kertojayan dan siswa SMP Negeri 34 Purworejo.

Sebelum dilaksanakan gladi lapangan, BPBD Purworejo telah melaksanakan gladi ruang (TTX atau table top exercise) dan gladi posko (CPX atau command post exercise) yang diikuti oleh unsur Polri, OPD terkait, dan relawan kebencanaan di Kabupaten Purworejo. Mereka dibekali pemahaman mengenai TTX dan CPX guna mempersiapkan respons yang cepat dan efektif dalam situasi penanganan bencana.

Sementara, Pjs Bupati Purworejo Endi Faiz Effendi mengingatkan, berdasarkan indeks resiko bencana 2023, Kabupaten Purworejo berada pada ranking tujuh Jawa Tengah dan ranking 278 nasional. Keberadaan pantai di Purworejo yang menghadap langsung Samudera Indonesia bisa  berpotensi terjadinya bencana tsunami.

"Sampai saat ini bencana gempa bumi memang belum mampu diprediksi, tetapi para ahli terus berupaya menganalisis berdasarkan kajian dan fenomena yang ada, termasuk kajian tentang potensi terjadinya gempa megathrust," ungkapnya.

Menurutnya, gladi lapang tersebut sangat penting dilakukan untuk menguji sistem penanganan darurat bencana, uji sistem peringatan dini, uji kesiapan personil dan peralatan, serta uji kesiapan masyarakat.

Selain itu, kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk kesiapan dan tanggap dalam menghadapi bencana tsunami jika suatu saat terjadi. "Saya berharap kegiatan ini memberikan pemahaman dan pengetahuan yang baik bagi seluruh peserta," harap dia.

Endi meminta kepada BPBD Purworejo untuk terus berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait karena Kabupaten Purworejo merupakan daerah rawan kebencanaan. "Gladi lapangan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat bukan hanya hanya tsunami tetapi juga bencana lain," tandasnya. (han)

 

Editor : Heru Pratomo
#tsunami #Purworejo