PURWOREJO - Visi misi dan program andalan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Purworejo kembali diadu. Paslon nomor urut 01 Yophi Prabowo-Lukman Hakim (Yophi-Lukman) dan nomor urut 02 Yuli Hastuti-Dion Agasi Setiabudi (Yuli-Dion) kembali ikuti debat publik, Senin (18/11).
Debat publik putaran kedua ini menjadi debat pamungkas bagi Calon Bupati dan Wakil Bupati Purworejo pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Seperti debat sebelumnya, debat kedua diselenggarakan di Gedung Ganeca Convention Hall (GCH) dengan pendukung paslon yang dibatasi.
Debat kedua mengusung tema pembangunan SDM, pemberdayaan ekonomi, dan kelestarian lingkungan. Yaitu, dibagi menjadi enam segmen. Segmen pertama penyampaian visi misi oleh masing-masing paslon, segmen kedua dan ketiga pendalaman visi misi yang disesuaikan dengan tema. Kemudian, segmen keempat dan kelima adalah tanya jawab paslon, dan segmen keenam penutup.
Baca Juga: Ramuan Herbal ini Dapat Cegah Kerutan dan Awet Muda, Segar Diminum Saat Hujan
Pada sesi pendalaman visi misi paslon nomor urut 01 Yophi-Lukman berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat khususnya di bidang pendidikan. Yaitu, menginginkan semua anak terlayani dengan baik sesuai jenjangnya.
"Selanjutnya, memastikan kesehatan masyarakat dengan meningkatkan sarana dan prasana serta pelayanan, memaksimalkan ketercapaian UHC hingga program nakes sambang warga," sebut Calon Bupati Purworejo Yophi-Lukman, Senin (18/11)
Selain itu, memajukan infrastruktur dan perekonomian daerah. Baik di sektor pertanian, industri, pariwisata, hingga perdagangan.
Berbeda dengan paslon 01, paslon 02 berkeinginan untuk menggali potensi-potensi para pemuda di Kabupten Purworejo. Yaitu, dengan memberikan bantuan permodalan dan pelatihan bagi 1.000 anak muda.
"Akan kami beri pelatihan terkait digital marketing dan konten kreator sehingga bisa ikut mengangkat potensi daerah seperti pariwisata atau produk lokal di Purworejo," kata Calon Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi.
Ke depan, dia juga akan melakukan inventarisasi guru honorer secara bertahap dan akan diselesaikan. Jika tidak bisa diangkat jadi PPPK, pihaknya akan menaikkan kesejahteraan secara bertahap agar mendapatkan kehidupan yang layak. "Kami akan menaikan honor dan kesejahteraan bagi yang tidak diangkat sebagai PPPK," imbuh dia.
Secara keseluruhan debat berjalan lancar dengan diwarnai suara riuh dari masing-masing pendukung. Setiap pslon di akhir sesi juga menyatakan komitmennya di kontestasi Pilkada 2024 ini. (han)
Editor : Heru Pratomo