Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Proyek di Purworejo dari Bankeu Provinsi dan DAK Fisik Senilai Rp 24,1 Miliar Diresmikan

Jihan Aron Vahera • Sabtu, 23 November 2024 | 19:35 WIB
Peresmian proyek dari Bankeu Provinsi Jateng di Purworejo oleh Pj Gubernur Jateng Komjen Pol Nana Sudjana, Kamis (21/11).
Peresmian proyek dari Bankeu Provinsi Jateng di Purworejo oleh Pj Gubernur Jateng Komjen Pol Nana Sudjana, Kamis (21/11).

 

 

 

PURWOREJO - Proyek di Kabupaten Purworejo yang bersumber dari bantuan keuangan (bankeu) APBD Jawa Tengah (Jateng) 2024 dan dana alokasi khusus (DAK) fisik telah diresmikan. Proyek yang diresmikan sebanyak tujuh proyek dari bankeu dan satu proyek dari DAK fisik dengan total proyek senilai Rp 24,1 miliar.

 

Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Pj Gubernur Jateng Komjen Pol Nana Sudjana pada Kamis (21/11). Adapun tujuh proyek dari Bankeu Provinsi Jateng antara lain, rehabilitasi ruas Jalan Gupit - Sibolong (Kecamatan Kaligesing) senilai Rp 3,4 miliar, rehabilitasi ruas Jalan Soko - Semagung senilai Rp2,9 miliar, rekontruksi Jalan Blimbing - Somoleter (Kecamatan Bruno) senilai Rp 5 miliar.

Diungkapkan, tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng juga memberikan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 17.000 unit. "Untuk Kabupaten Purworejo sendiri, bantuan perbaikan RTLH sebanyak 325 unit dengan nilai total Rp 6,5 miliar," sebut dia.

 

Nana menyebut, ke depan bantuan untuk Kabupaten Purworejo khususnya RTLH akan diusulkan kembali dengan jumlah yang semakin bertambah. "Karena masalah kemiskinan adalah prioritas kita yang utama," imbuhnya.

 

Pjs Bupati Purworejo Endi Faiz Effendi menyampaikan, terkait tingkat kemiskinan, Kabupaten Purworejo menduduki peringkat 22 se-Jateng. Yaitu, dengan presentase kemiskinan sebesar 10,87 persen.

Baca Juga: Proliga 2025, Ketum PBVSI Imam Sudjarwo: Jadi Panggung Perkuat Posisi di Kancah Nasional 

Selama ini, Pemkab Purworejo berupaya melakukan pengentasan kemiskinan dengan mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha ekonomi mikro kecil, serta mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan dan membuka kantong-kantong kemiskinan.

 

Selain kemiskinan, saat ini Kabupaten Purworejo juga tengah menghadapi sejumlah persoalan mulai dari penurunan stunting,  inflasi, dan pertumbuhan ekonomi. "Pertumbuhan ekonomi di Purworejo dari tahun 2019-2023 yang tercatat di atas capaian nasional dan provinsi. Di 2023 pertumbuhan ekonomi pada angka 5,07," ungkapnya.

 

Dikatakan, sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Purworejo. Bahkan selama ini Purworejo merupakan salah satu penopang produktivitas padi di Jawa Tengah dan Indonesia. "Purworejo juga mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo dengan memperluas areal tanam, irigasi perpompaan, bantuan bibit ternak dan benih tanaman pangan, dan sebagainya," tandas Endi. (han)

Editor : Heru Pratomo
#pj gubernur #Jawa Tengah #proyek #Purworejo