PURWOREJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo menilai pengelolaan Bendungan Sermo Kulon Progo, DIJ, berhasil. Pengelolaan Bendungan Sermo bisa ditiru untuk pengelolaan dan pemanfaatan Bendungan Bener Purworejo ke depan.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti menilai, Bendungan Sermo telah menjadi contoh sukses dalam pemanfaatan sumber daya air. "Tidak hanya yang tidak hanya sebagai sumber irigasi tetapi juga berkontribusi dalam bidang pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan," katanya Kamis (19/12).
Untuk itu, Pemkab Purworejo melakukan studi tiru terkait pengelolaan Bendungan Sermo di kantor monitoring Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Bendungan Sermo, pada Kamis (19/12). Studi tiru tersebut berkaitan dengan pengelolaan Bendungan Sermo untuk diaplikasikan di Bendungan Bener.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Purworejo menggali berbagai informasi dan pengalaman dari pengelolaan Bendungan Sermo. Yakni, baik dari sisi teknis, kelembagaan, hingga pemberdayaan masyarakat. Selain itu, juga membahas terkait pengembangan pariwisata, pertanian, dampak positif untuk masyarakat, serta penanggulangan kebencanaan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
"Bendungan Bener memiliki peluang besar untuk mengembangkan pola pengelolaan serupa dengan Bendungan Sermo," katanya. Namun, tetap akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat.
Yuli menyebutkan, sinergi antara pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat adalah kunci utama untuk keberhasilan program-program tersebut. Untuk itu, dua mengajak seluruh stakeholder memanfaatkan kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Purworejo yang lebih maju dan berkelanjutan.
Sementara, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP), BBWSSO Lolo Wahyu Resdiatmoko menyebut, pihaknya sangat mengapresiasi Pemkab Purworejo karena komitmennya dalam mendukung pelaksanaan pembangunan Bendungan Bener dan rencana pengelolaan Bendungan Bener ke depannya. "Kami berharap pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan Bendungan Bener dapat terlaksana dengan baik, aman, dan lestari," harap dia.
Diketahui, pembanguan fisik Bendungan Bener saat ini masih berjalan. Bendungan tersebut diharapkan bisa dioperasikan ada 2026 nanti. Bendungan Bener nantinya akan menyediakan air untuk tiga kabupaten. Yaitu, Kabupaten Purworejo sebesar 508 meter kubik/detik, untuk wilayah Kebumen 300 meter kubik/detik dan Kulon Progo 700 meter kubik/detik. (han)
Editor : Heru Pratomo