PURWOREJO - Sepanjang 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Purworejo mencatat ada 355 kasus demam berdarah dengue (DBD). Sebanyak 11 orang di antaranya meninggal dunia (MD).
Kabid Pelayanan Kesehatan dan Keselamatan Masyarakat (Yankes dan Kesmas), Dinkes Purworejo Nursalim mengungkap, hingga 15 Desember 2025 ada 2.573 kasus demam dengue (DD) dan 355 kasus DBD. Sebanyak 11 orang yang terkena kasus DBD meninggal dunia (DD). "Paling banyak kasus (DD dan DBD) di Kabupaten Purworejo ada di Kecamatan Kutoarjo," katanya kepada Radar Jogja Senin (30/12).
Dikatakan, peningkatan signifikan kasus demam berdarah biasanya terjadi di bulan April. Pada awal Januari kasus hanya 15-20 kasus DD dan DBD. "Seminggu ini di Desember sudah ada 97 kasus DBD dan DD. Kalau musim penghujan memang biasanya ada peningkatan kasus," jelasnya.
Nursalim menyebutkan, DD dan DBD merupakan penyakit dengan penyebab dan penularan yang sama. Tetapi, tingkat keparahannya berbeda. DD lebih ringan tetapi harus tetap diwaspadai karena dapat berpotensi DBD. "Gejala awal terkena demam berdarah biasanya panas tinggi selama tiga hari, dengan suhu 38,5 derajat celcius," beber dia.
Dikatakan, setelah tiga hari panas tidak turun, harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan perawatan atau tindakan lebih lanjut. "Orang yang pernah terkena DD, jika digigit nyamuk dengan varian virus yang berbeda bisa terkena DBD," jelasnya.
Untuk itu, dia meminta agar masyarakat tidak meremehkan. Sebab, banyak masyarakat yang berpresepsi salah. Yakni, orang yang memiliki daya tubuh bagus tidak akan sakit. "Ini juga presepsi salah," lanjutnya
Nursalim menyampaikan, agar terhindar dari penyakit DD ataupun DBD, dia mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Jangan sampai ada air yang menggenang karena akan menjadi tempat perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk.
"Langkah fogging adalah langkah terakhir. PSN merupakan langkah paling efektif," ungkapnya. Sebab, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak membunuh jentik. Setelah bebas dari jentik nyamuk, bisa dilakukan fogging tetapi fogging bukan berarti selesai. Meskipun sudah di-fogging, PSN tetap harus dilakukan secara teratur dan kontinyu atau terus menerus. (han/pra)
Editor : Heru Pratomo