PURWOREJO - Sawah seluas 35 hektare di Desa Krandegan, Bayan, Purworejo terendam air dari luapan anak Sungai Jali sejak Minggu (5/1). Air sungai meluap karena di hari itu, wilayah Kabupaten Purworejo dilanda hujan deras.
Kini Pemerintah Desa (Pemdes) Krandegan tengah melaporkan peristiwa tersebut ke Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). "Kalau sekarang sudah mulai surut," ungkap Kepala Desa (Kades) Krandegan Dwinanto saat dikonfirmasi Senin (6/1).
Tidak semua sawah di desa tersebut terendam banjir, hanya sawah yang berada di sekitar anak sungai yang terendam. Adapun luas sawah yang terendam sekitar 35 hektare milik 200-an petani. "Kalau total luas sawah di Desa Krandegan ada 70 hektare," tambahnya.
Baca Juga: Beri Kemudahan Bagi Pengguna Dengan Fitur Booking Test Ride Di Aplikasi Motorku X
Baca Juga: Sensasi Petik Melon di Demaji Melon Garden Kaligesing, per Kilogram Dihargai Rp 25 Ribu
Dwinanto menyebut, saat ini pihak pemdes tengah melakukan koordinasi dengan BBWSSO karena sawah terendam dari luapan anak sungai. "Ini bukan peristiwa pertama kali, sudah sering terjadi. Semoga setelah ini akan ada solusi," harapnya.
Akibat peristiwa itu, para petani terpaksa harus merugi. Sebab, padi yang baru ditanam terendam air dan harus ditanam ulang. Kepala Dusun Bleber Eko yang juga petani di wilayah itu mengungkapkan, banjir di desanya selalu terjadi setiap tahunnya.
Padi-padi yang ditanam oleh petani jadi banyak yang rusak. Terlebih, di banjir kali ini padi baru berusia beberapa minggu. Sehingga, mereka harus menanam ulang benih padi jika ingin melanjutkan menanam padi. "Harga benih satu ikat Rp 8.000 sampai Rp 15 ribu," sebutnya.
Dia berharap, adanya bantuan dari pihak terkait untuk mengatasi dan mengantisipasi terjadinya banjir serupa. "Harapan kami ada perbaikan irigasi agar tidak terulang setiap tahunnya," harap Eko. (han/pra)
Editor : Heru Pratomo