PURWOREJO - Ruas jalan nasional sepanjang 6,6 kilometer (km) di Kabupaten Purworejo akan direkonstruksi tahun ini. Ruas jalan yang dimaksud yaitu mulai dari Pasar Krendetan hingga Jembatan Bogowonto dan Jembatan Popongan hingga Jembatan Cengkawak.
Kedua ruas jalan tersebut akan direkonstruksi dari aspal menjadi beton rigid agar lebih awet. "Rencana itu sudah masih dalam daftar isian pelaksanaan anggaran tahun ini," ujar Pengamat Jalan dan Jembatan, PPK 2.5 Satker PJN Wilayah II Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Trisantoko, Kamis (16/1).
Dikatakan, paket rekonstruksi jalan nasional di Purworejo menjadi satu dengan paket di wilayah Kebumen. Yaitu, di Kecamatan Gombong dan Kecamatan Sruweng dengan panjang total 15,9 km. "Proyek tersebut sifatnya multi years dari 2025 hingga 2026," tambah dia.
Dia menyampaikan, ada sembilan segmen yang dikerjakan dalam pekerjaan konstruksi tersebut. Antara lain, dua segmen di Purworejo dan sisanya ada di wilayah Kabupaten Kebumen. "Sekarang sudah proses HPS. Diperkirakan lelang April nanti," sambungnya.
Setelah proses lelang selesai, kata Trisantoko, akan dilanjutkan dengan proses pengerjaan rekonstruksi. Dia memperkirakan, proses pengerjaan akan dilaksanakan mulai pertengahan tahun ini.
Dijelaskan, pemilihan beton rigid dilakukan karena meterial tersebut dinilai memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan dengan aspal. Beton rigid tersebut umurnya bisa mencapai 40 tahun sehingga dirasa sangat cocok karena ruas jalan nasional memiliki beban lalu lintas yang padat dan berat.
Dia menambahkan, selain paket rekonstruksi, di 2025 ini, pihaknya juga akan melakukan sejumlah kegiatan. Di antaranya, padat karya dan pemeliharaan rutin. Kegiatan padat karya seperti pembersihan rumput di bahu dan jembatan. "Kalau pemeliharaan rutin seperti penambalan lubang dan memperbaiki kerusakan jalan," tandas dia. (han)
Editor : Heru Pratomo