Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Isra Mikraj dan Salat: Menyingkap Makna Spiritual yang Jarang Diketahui dalam Kehidupan Sehari-hari Umat Islam

Meitika Candra Lantiva • Senin, 27 Januari 2025 | 20:39 WIB

Ibadah umat muslim di tengah malam.
Ibadah umat muslim di tengah malam.


RADAR PURWOREJO - Peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, tetapi juga penuh makna mendalam bagi kehidupan umat Islam, terutama terkait dengan kewajiban salat.

Dalam perjalanan luar biasa yang terdiri dari dua fase ini, Nabi Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina (Isra), sebelum diangkat ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha (Mikraj).

Sebagaimana dikutip Kemenag.go.id, salah satu aspek penting dalam peristiwa Isra Mikraj adalah kewajiban salat lima waktu yang langsung diterima Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT.

Dengan demikian, salat menjadi ibadah utama dalam kehidupan umat Islam.


Isra Mikraj bukan hanya sekadar peristiwa historis, melainkan juga penuh dengan pelajaran spiritual yang relevan bagi kehidupan umat Islam di era modern.

Dalam perspektif ini, salat lebih dari sekadar kewajiban ritual; salat merupakan bentuk mi'raj—atau perjalanan spiritual bagi umat Islam—dan menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.


Seyyed Hossein Nasr dalam bukunya, "Muhammad Kekasih Allah", menjelaskan bahwa pengalaman ruhani yang dialami Rasulullah SAW saat Mikraj merupakan cerminan hakikat spiritual dari salat itu sendiri.

Salat menjadi mi'raj bagi para beriman, memungkinkan mereka merasakan kedekatan dengan Allah, meskipun terikat dalam keterbatasan duniawi.


Dalam kehidupan sehari-hari, salat yang diwajibkan pada peristiwa Isra Mikraj berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya hubungan langsung antara hamba dan Tuhan.

Setiap kali melaksanakan salat, seorang Muslim tidak hanya mengikuti serangkaian gerakan fisik, tetapi juga melakukan perjalanan spiritual yang mendalam.


Selain itu, salat juga memperkuat hubungan sosial antar sesama umat Islam, karena pada setiap rakaat, doa keselamatan bagi seluruh umat manusia selalu diucapkan.


Pengalaman spiritual yang dialami Rasulullah SAW saat Mikraj, yang merupakan puncak perjalanan seorang hamba menuju Tuhan, mengajarkan umat Islam untuk menjaga integritas moral dan konsistensi dalam ibadah.

Seperti yang dinyatakan oleh Dr Jalaluddin Rakhmat, momen penting dalam Isra Mikraj adalah ketika Rasulullah SAW "berjumpa" dengan Allah SWT, yang mengingatkan umat Islam akan pentingnya pengabdian penuh kepada Tuhan dalam setiap aspek kehidupan.


Di tengah kehidupan umat Islam modern, peristiwa Isra Mikraj mengajarkan pentingnya disiplin dan konsistensi dalam menjalankan ibadah salat, meskipun menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dalam era yang serba cepat dan penuh gangguan ini, salat berfungsi sebagai cara untuk menenangkan jiwa, mengingatkan akan tujuan hidup, serta memusatkan perhatian kepada Allah SWT.


Sebagaimana Isra Mikraj menjadi titik balik dalam dakwah Rasulullah SAW, salat dalam kehidupan umat Islam modern juga memiliki potensi untuk menjadi titik balik dalam meningkatkan kualitas spiritualitas, moralitas, dan kepemimpinan.

Salat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai sarana untuk membersihkan diri dari beragam dosa dan kekurangan.


Sebagaimana peristiwa pembersihan dada Nabi dengan air zamzam dalam Isra Mikraj, umat Islam diajarkan untuk menjaga kesucian hati dan jiwa.

Proses berwudhu sebelum salat menjadi simbol penting dalam menjaga integritas moral dan spiritual. (Nur Rahmawati)

 
Editor : Meitika Candra Lantiva
#Makna Spiritual #nabi muhammad #salat #Peristiwa Isra Mikraj #Kehidupan #Fase #umat islam #isra mikraj