PURWOREJO - Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengajak para pelaku UMKM dan pekerja di bidang ekonomi kreatif dapat memanfaatkan gelaran Purworejo Expo 2025. Ajang gelar produk unggulan Purworejo ini diharapkan menjadi peluang untuk mengenalkan berbagai potensi daerah.
Yuli mengatakan, banyak keutamaan yang bisa diambil dari kegiatan Purworejo Expo 2025. Selain ajang promosi, agenda tersebut juga diharapkan memberi akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM serta dunia pariwisata. "Di antaranya juga membangun ekosistem untuk pertumbuhan UMKM inklusif dan berkelanjutan," ujarnya, saat pembukaan Purworejo Expo 2025 di Pendopo Agung Purworejo, Rabu (12/2).
Baca Juga: Tampil Elegan Maksimal Dengan Parts Aksesoris Dan Apparel Resmi New PCX 160
Pembukaan Purworejo Expo 2025 yang akan berlangsung 12-16 Februari ini ditandai dengan pemotongan pita oleh bupati dengan disaksikan jajaran Forkopimda. Kegiatan ini juga dihadiri Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Sudaryano R Lamangkona.
Yuli menegaskan, Pemkab Purworejo terus berkomitmen memfasilitasi serta memberikan kemudahan agar pelaku usaha kecil bergeliat. Salah satunya melalui Purworejo Expo 2025 yang juga menjadi rangkaian Peringatan Hari Jadi ke 194 Kabupaten Purworejo. Perhelatan tahunan tersebut juga diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus wahana rekreasi bagi masyarakat. "Dengan mengenal potensi, masyarakat diharapkan dapat lebih mencintai dan menggunakan produk lokal," jelas Yuli.
Baca Juga: Jamu Brotowali, Ramuan Pahit dengan Segudang Manfaat
Sudaryano R Lamangkona selaku mewakili Menteri UMKM mengatakan, esensi gelaran Purworejo Expo 2025 tidak lain untuk meningkatkan kesadaran seluruh komunitas tentang pentingnya promosi potensi daerah. Ruang pameran produk tersebut menurutnya menjadi peluang kesempatan kesempatan agar pelaku UMKM dan industri kreatif dapat bersaing.
Sejauh ini, lanjut Sudaryano, Kementerian UMKM terus berkomitmen terhadap keberadaan pelaku usaha kecil mikro. Dukungan diberikan melalui berbagai program, seperti pelatihan produksi, akses pembiayaan, investor, perencanaan bisnis hingga menyiapkan rantai pasok produk. "Kemajuan teknologi digital perlu diantisipasi dengan pembinaan dan pelatihan agar UMKM lebih adaptif," jelasnya. (fid)