Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Terakhir Terdengar Suara Klakson Panjang, 11 Warga Magelang Meninggal usai Truk Pasir Tabrak Minibus di Kalijambe, Purworejo

Muhammad Hafied • Kamis, 8 Mei 2025 | 04:12 WIB

 

Minibus yang ringsek ditabrak truk pasir di Kalijambe Purworejo
Minibus yang ringsek ditabrak truk pasir di Kalijambe Purworejo

 

 

PURWOREJO – Sepuluh ustazah SD Islam Tahfidz (IT) Qur'an As Syafi'iyah, Mendut, Mungkid dilaporkan meninggal dunia pada tragedi kecelakaan maut di Jalan Purworejo-Magelang, Rabu (7/5). Selain itu sopir minibus yang membawa rombongan ustazah juga meninggal.

Sebelas korban meninggal tersebut merupakan rombongan dari Mungkid, Magelang yang hendak takziah atau melayat ke Purworejo.

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Magelang-Purworejo, tepatnya di turunan curam masuk Dusun Sorogenen RT.3/RW 4 Desa Kalijambe Kecamatan Bener, Purworejo Rabu (7/5). Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30.

Bermula saat truk pengangkut pasir berpelat nomor B 9970 BYZ melintas dari arah Magelang menuju Purworejo. Tepat di turunan curam Kalijambe, truk tiba-tiba hilang kendali akibat rem blong.

Di saat bersamaan melintas sebuah minibus berpelat nomor AA 1307 OA. Kecelakaan pun tak dapat dihindarkan. Minibus sarat penumpang tersebut ringsek usai ditabrak truk dari belakang. "Total ada 11 korban meninggal," ungkap Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano.

Selain menabrak minibus, truk tersebut juga menabrak rumah warga sebelum akhirnya terguling. Para korban telah dibawa ke rumah sakit RSUD RAA Djokronegoro dan RSUD Tjitrowardojo.

Warga setempat Triyono mengungkapkan, kecelakaan maut ini terjadi begitu cepat. Sebelum kecelakaan, sepintas dia hanya mendengar klakson panjang berbunyi. Kemudian diakhiri benturan keras.

Penasaran, dia kemudian mengecek keadaan. Saat itu dia pun terkejut melihat sebuah minibus ringsek, sedangkan para korban tergeletak di pinggir jalan. "Saya keluar rumah, sempat bingung lihat orang banyak berlumuran darah. Korban ada yang sempat duduk, kesakitan," ujarnya.

Kepala Komite SD IT Qur'an As Syafi'iyah, Magelang Wahid Ghozali mengatakan, pada Selasa (6/5) malam, anggota komite dan para guru berencana melakukan takziah ke Purworejo. Mereka dibagi menjadi beberapa rombongan.

"Saya tidak ikut mobil komite maupun guru karena pakai mobil sendiri," katanya.

 

Untuk guru, kata dia, menyewa angkot. Dari sekolah, rombongan berangkat pukul 10.00. Mobilnya berada di posisi paling belakang. Namun, saat di traffic light wilayah Kecamatan Salam, Magelang mobilnya menyalip rombongan lain. Sehingga dia berada di posisi paling depan.

 

Di sepanjang perjalanan, dia tidak merasakan firasat apapun. Mobilnya melaju tanpa mengetahui kondisi rombongan di belakangnya. Bahkan, rombongan itu tertinggal jauh. "Sesampainya di sana (Purworejo), saya salat jenazah kemudian istri saya menelepon, katanya rombongan kecelakaan," katanya.

 Baca Juga: Hasil IMK April 2025, Intensitas Menabung Konsumen Kembali Normal Pasca-Idulfitri

Betapa terkejutnya dia mendengar kabar tersebut. Bahkan, total ada sepuluh ustazah yang meninggal dunia. Kondisi itu membuatnya semakin terkejut dan tidak bisa berbuat apapun. Lantas, dia diminta pulang ke Mendut karena di sekolah tidak ada siapapun.

 

Wahid pun bergegas pulang untuk memberikan kabar duka tersebut. Dia sempat melewati tempat kejadian perkara (TKP). Jalurnya ditutup dan tidak diperbolehkan lewat. "Kecuali (mobil) saya. Karena saya bilang kalau saya bagian dari sekolah ingin mengondisikan di sini (sekolah)," paparnya. 

 

Akhirnya, mobil Wahid diperbolehkan lewat. Sesampainya di sekolah, dirinya mengonfirmasi kabar itu kepada para wali siswa yang sudah menunggu di sekolah.  Dia menyebut, total ada 13 ustazah yang berada dalam angkot. Sepuluh di antaranya meninggal dunia, dua dalam kondisi kritis, dan satu lainnya luka ringan.

 Baca Juga: Bisa Disanksi Pidana, saat Ujian ASPD Tingkat SMP/MTs, JCW Ingatkan Jangan Curang

Guru PAI SD IT Qur'an As Syafi'iyah, Magelang Maftukhin mengaku terkejut dengan peristiwa nahas ini. Dia menilai, para ustazah yang meninggal itu dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah. "Kami merasa kehilangan. Untuk besok belum tahu (sekolah masuk atau tidak)," sebutnya.

Korban meninggal:

Aulia Anggi Praktiwi (26), warga Muntilan, Magelang

Divya Kreswinannda (25), warga Mertoyudan, Magelang

Isna Hayati (27), warga Mendut, Mungkid, Magelang

Naely Nur Sadiyah (23), warga Jenis Srambianak, Mungkid, Magelang

Finna Mukarromah (28), warga Rambeana, Mungkid, Magelang

Siti Khur Fatimah (28), warga Ngaglik, Borobudur, Magelang

Hesti Nurngaini Rahayu (24), warga Panujo, Borobudur, Magelang

Kaki Umi Rohman (27), warga Rambe Anak, Mungkid, Magelang

Melani Septiani (25), warga Ambartawang, Mungkid, Magelang

Neli Suroya (36), warga Paremono, Mungkid, Magelang

Edi Sunaryo (71), warga Ngerajek, Mungkid, Magelang

 

Korban luka di rawat di RSI Loano/RSI Purworejo :
1) Bapak Paiman (rawat jalan)
2) Umiyatin / Istri Bapak Paiman.
3) Ayu Salwa (Magelang)
4) Mila Mudianawati (Magelang)
5) Sufita (Magelang)

Kondisi selamat di RSUD Citro :
1) Ladis/Sopir truk (warga Bojonegoro)

Editor : Heru Pratomo
#kalijambe purworejo #suara klakson #Magelang #truk pasir