PURWOREJO - Belum juga hilang dari ingatan masyarakat, kecelakaan di turunan curam Kalijambe, Purworejo kembali terjadi. Kali ini kecelakaan melibatkan truk pengangkut semen curah pada Selasa (13/5) sore.
Truk berpelat nomor polisi L 8856 UA itu mengalami kecelakaan tunggal. Tepatnya tak jauh dari titik kecelakaan yang menewaskan 12 korban pada pekan lalu. Truk tersebut terguling persis di seberang lokasi kecelakaan maut. "Pas saya duduk, lihat truk itu kencang dari utara (turunan). Mungkin rem blong," kata warga setempat Khozin.
Baca Juga: Cek Keaslian AHM Oil Lewat Aplikasi Motorku X
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.30. Bermula ketika truk bermuatan semen curah yang dikendarai Moh Soleh, 35, warga Kabupaten Tuban melaju dari arah Magelang menuju Purworejo. Tepat di turunan curam Kalijambe, truk tersebut mendadak hilang kendali akibat kendala rem.
Guna menghindari kecelakaan fatal, sopir kemudian berinisiatif banting stir ke arah kanan sebelum akhirnya truk terguling dan menabrak tebing di pinggir jalan. Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sang sopir berhasil selamat, meski truk yang dikendarai terguling. "Lihat truk turun kencang, saya dan teman disini mengarahkan ke kanan. Posisi jalan dari bawah lagi ramai," ungkap saksi mata tersebut.
Baca Juga: Diterbangkan di Candi Borobudur, 2.569 Lampion Waisak Bawa Doa dan Harapan
Warga setempat, Kabul, 56, mengeluhkan karena di turunan Kalijambe kerap terjadi kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa. Dia juga bercerita pernah menjadi korban karena rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian sempat ditabrak truk sarat muatan akibat rem blong. Beruntung dalam peristiwa kecelakaan kala itu tak memakan korban jiwa.
Mendapati banyaknya peristiwa kecelakaan di turunan Kalijambe, dia pun meminta ada penanganan khusus dari pemerintah. Menurutnya, pemerintah perlu membuat jalur darurat di sekitar lokasi sebagai solusi alternatif untuk menekan angka kecelakaan. "Kalau lagi apes kebanyakan rem blong. Apalagi kalau sopir gak hafal medan sini, repot. Mungkin perlu ada jalur penyelamat gitu," ungkapnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo