Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Produk UMKM Purworejo Mulai Dilirik Hotel Berbintang di DIY, Paling Banyak Kuliner

Muhammad Hafied • Kamis, 19 Juni 2025 | 15:25 WIB

 

Ketua Forum UMKM Purworejo Hesti Respati Ningsih.
Ketua Forum UMKM Purworejo Hesti Respati Ningsih.

 

PURWOREJO - Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Purworejo bisa benafas lega karena produk unggulan mereka mulai diminati industri perhotelan. Berbagai produk lokal Purworejo, mulai dari kuliner hingga kerajinan kini sudah diserap untuk kebutuhan hotel.

Ketua Forum UMKM Purworejo Hesti Respati Ningsih mengatakan, pelaku UMKM Purworejo perlahan mulai menunjukkan eksistensi di sektor perhotelan.

Capaian ini tak lepas dari komitmen para pelaku usaha kecil untuk naik kelas dengan memperhatikan aspek kualitas maupun kontinuitas.

Baca Juga: AHM Best Student 2025, Astra Motor Yogyakarta Dorong Pelajar Setingkat SLTA Berinovasi Melalui Karya Tulis Ilmiah

“Produk harus sesuai kriterai dan spesifikasi khusus. Ini yang akan kami dorong terus karena ada tahap kurasi,” ucapnya, Rabu (18/6).

Hesti mengungkapkan, sejauh ini produk UMKM Purworejo banyak diserap hotel berbintang di wilayah Jogja, terutama hotel yang berada di sekitar Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Adapun jenis produk paling banyak diminati berupa kuliner yang memiliki ciri khas lokal. “Rata-rata hotel rutin. Seperti Novotel (red) itu pesan makanan tradisional dua sampai tiga kali,” jelas Hesti.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Kaji Penerapan E-BLUD di Kabupaten Purworejo

Hesti menyatakan, tidak mudah bagi pelaku UMKM agar produk mereka diterima pihak hotel. Pertama, produk yang ditawarkan secara admisnitratif perlu mengantongi legalalitas. Kemudian pelaku UMKM juga perlu memperhatikan kemasan sesuai kebutuhan hotel.

“Dari kami sifatnya membantu pemasaran. Sebelumnya pembinaan dan pendampingan karena ada beberpa kelemahan UMKM yang perlu diakomodir. Termasuk SPJ dan perpajakan,” katanya.

Menurutnya, produk UMKM khas Purworejo memiliki potensi cukup besar untuk dipasarkan. Tercatat, di Purworejo sendiri terdapat sedikitnya 1.819 pelaku UMKM dengan akumulasi penjualan mencapai 110 ribu produk pada tahun 2024.

Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Purworejo Dukung Pengembangan Kambing Kaligesing

“Khusus industri batik per bulan bisa sampai Rp 32 juta. Itu diluar industri kuliner,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas KUKMP Purworejo Hadi Pranoto akan mendorong melalui berbagai regulasi dan turunan program agar pelaku UMKM semakin mandiri dan berdaya saing.

Dia juga meminta para pelaku usaha kecil untuk mulai beradaptasi dengan teknologi dalam hal pengembangan produk.

“Banyak yang sudah kami lakukan. Dan harapan kami produk yang dibuat ini tidak meninggalkan identitas Purworejo,” katanya. (fid)

Editor : Heru Pratomo
#kuliner #kerajinan #UMKM #YIA #Purworejo #perhotelan