PURWOREJO - Ulama besar dari negara Suriah, Syaikh Sufiyyah Mukhlif Al 'Ali Al Qodiri mengapresiasi peran aktif para kiai di Indonesia dalam menangkal ajaran ekstrimisme. Hal ini diungkapkan saat konferensi internasional yang digelar Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Purworejo, Selasa (24/6) malam.
Syaikh Sufiyyah Mukhlif mengatakan, praktik moderasi beragama yang diajarkan kiai telah terbukti menjadi benteng pertahanan faham ekstrimisme. Tradisi yang tetap dipegang teguh kalangan pesantren juga dinilai menjadi modal utama penangkal aliran radikal.
"Tasawuf di Indonesia sebagai contoh moderasi beragama, karena dibawa langsung kiai dan ulama sehingga jauh dari paham ekstremisme," tegas ulama timur tengah itu.
Dia pun mengajak masyarakat tak canggung memperdalam ilmu tasawuf. Sebab dari ilmu tasawuf akan meningkatkan nilai spiritualitas sekaligus akhlak, sehingga dapat menjadi tameng terhadap pengaruh buruk.
Syaikh Sufiyyah Mukhlif hadir untuk menjadi pembicara utama dalam dialog bertajuk Revitalizing Sufism as a Pillar of Religious Moderation. Tak lupa, dia juga turut berdoa agar Indonesia tetap menjadi negara aman dengan penduduk mayoritas muslim.
Baca Juga: Desa Pandean Kembangkan Biogas dari Limbah Ternak Jadi Percontohan Energi Mandiri Berbasis Desa
"Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat serta rasa aman dan kebaikan untuk Indonesia," katanya.
Panitia konferensi Nur Alif Abdul Kholik mengatakan, kegiatan dengan mendatangkan tamu dari timur tengah sengaja digelar sebagai bagian untuk meneguhkan langkah spiritual masyarakat. Menurutnya, penjabaran Syaikh Sufiyyah Mukhlif sudah cukup kompleks dan berbobot.
Dia menaruh harap peserta konferensi dapat menyerap ilmu untuk diterapkan dalam kehidupan. "Tantangan global benar-benar nyata. Kami ingin memberikan pesan ke masyarakat untuk terus mempertahankan moderasi beragama lewat nilai tasawuf," ujarnya. (fid)