PURWOREJO - Festival layang-layang di Pantai Ketawang, Purworejo pada Minggu (6/7) sukses menyedot perhatian peserta dari berbagai daerah. Tak terkecuali tim mancanegara yang berasal dari Swedia dan Singapura. Sedikitnya ada 25 tim pelayang ikut ambil bagian dalam ajang rutin tahunan tersebut.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyambut baik gelaran festival layangan tingkat nasional di Pantai Ketawang. Hal ini menunjukkan Purworejo mampu menjadi tuan rumah gelaran berskala nasional.
Menurutnya, banyak dampak positif yang dapat diambil dari festival rutin tahunan ini, utamanya sebagai ajang promosi wisata di Purworejo.
Baca Juga: Digitalisasi SPBU Rp 3,6 Triliun Terindikasi Diskriminatif, KPPU Mulai Selidiki Pertamina
"Saya mengajak even ini tidak hanya hiburan, tapi juga mendorong tumbuhnya industri pariwisata berbasis kearifan lokal," ucapnya.
Plt Kepala Disporapar Purworejo Bangun Erlangga Ibrahim menyampaikan, festival layangan tingkat nasional masuk dalam kalender pariwisata, di mana agenda tersebut kini sudah berlangsung kali ke sembilan.
Dia bersyukur gelaran rutin ini selalu mendapat antusias peserta maupun penonton dari banyak daerah, termasuk turis mancanegara.
"Yang datang sunggug luar biasa, karena bertepatan libur sekolah. Kami berharap bisa meningkat taraf internasional," jelasnya, saat pembukaan Festival Layangan di Pantai Ketawang.
Baca Juga: Dua Belas Anak di Bawah Umur Jadi Korban Kebejatan Guru Ngaji di Kebumen
Festival ini, kata Bangun, menjadi agenda unggulan yang dicanangkan Pemkab Purworejo. Selain menggerakkan ekonomi lokal, festival layangan juga ditujukkan untuk mendukung kawasan strategis pariwisata nasional, khususnya di bagian Jawa selatan.
"Awalnya ada tiga peserta luar negeri. Ternyata yang konfirmasi kehadiran dua. Itu dari Swedia dan Singapura," ungkapnya.
Dalam festival ini para peserta diberi kebebasan untuk membuat sekaligus menerbangkan berbagai kategori layangan. Yakni, mulai dari layangan tradisional, dua dimensi, tiga dimensi dan tren naga.
Baca Juga: Dirut Baru Bawa Vibes Positif, Komisi VI Dukung Transformasi Bisnis Manajemen Baru Telkom
"Kami juga adakan edukasi ke anak-anak agar layang-layang lebih familiar," kata Bangun.
Sementara itu, seorang peserta Dendi Dermawan Junidianta, 31, mengaku rela merogoh kocek lebih demi mengikuti festival layangan di Pantai Ketawang. Peserta dari Kabupaten Sleman, Jogja itu membawa dua layangan yang ditampilkan, yakni jenis naga dan tiga dimensi.
"Pengerjaan layangan sekitar lima bulan. Budget yang dikeluarkan itu bisa sampai Rp 15 juta," ungkapnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo