Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Ikut Makan Malam di SRMA 15 Magelang, Wamensos Pastikan Fasilitas Memadai hingga Keseharian Siswa

Naila Nihayah • Senin, 21 Juli 2025 | 04:05 WIB
Ikut Makan Malam di SRMA 15 Magelang, Wamensos Pastikan Fasilitas Memadai hingga Keseharian Siswa
Ikut Makan Malam di SRMA 15 Magelang, Wamensos Pastikan Fasilitas Memadai hingga Keseharian Siswa

 

MUNGKID — Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meninjau fasilitas dan keseharian para siswa yang menempuh pendidikan gratis di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 15 Magelang, Sabtu (19/7). Agus berkeliling melihat ruang kelas, asrama, dapur hingga mencicipi langsung menu makan malam bersama para siswa.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, namun bagian dari komitmen pemerintah pusat memastikan kebutuhan gizi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera terpenuhi. "Kalau makannya kurang jangan takut untuk lapor ke wali asuh," ujarnya kepada para siswa.

Menurut dia, makanan yang dimakan harus memenuhi empat sehat. Ada lauk, buah, sayur, dan karbohidratnya. Dia menjelaskan, SR merupakan satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menjawab kebutuhan mendesak dalam penanganan kemiskinan. Terutama bagi keluarga miskin ekstrem.

Ada tiga tujuan utama SR. Antara lain mempercepat pengentasan kemiskinan, memuliakan, dan memberi harapan bagi warga miskin. "Bahwa anak-anak mereka berhak mendapat pendidikan layak seperti anak-anak lain," ungkap Agus.

Untuk diketahui, SRMA 15 Magelang saat ini menampung 50 siswa dari berbagai desa di Kabupaten Magelang. Dari jumlah itu, 34 siswa perempuan dan 16 laki-laki. Sebagian besar berasal dari keluarga buruh tani dan masyarakat miskin ekstrem.

Tak hanya SRMA 15, di Kabupaten Magelang terdapat satu Sekolah Rakyat lain, yaitu SRMA 43 yang berlokasi di Sentra Antasena. Kedua sekolah ini menjadi simbol kehadiran negara dalam membuka akses pendidikan yang layak bagi kelompok termiskin.

Kepala SRMA 15 Magelang Anisah Masruroh menyebut, saat ini para siswa masih mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Proses penyesuaian tidak mudah bagi sebagian siswa, terutama dalam beradaptasi dengan fasilitas sekolah modern, termasuk penggunaan toilet.

Terlebih, lanjut dia, latar belakang ekonomi mereka memang sangat terbatas. "Ada siswa yang baru pertama kali merasakan fasilitas toilet layak. Tapi, kami terus dampingi mereka agar terbiasa," kata Anisah.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengapresiasi program SR sebagai terobosan konkret untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

"Kami sangat mendukung program ini karena sejalan dengan visi misi daerah, yaitu pemerataan pendidikan berkualitas untuk semua lapisan masyarakat," tegasnya.

Dia menambahkan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan program beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. Itu sebagai bentuk keberlanjutan dukungan setelah lulus dari SRMA. "Harapannya, anak-anak ini tak hanya berhenti sampai sini," sambungnya.

SR kini hadir bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tapi juga sebagai harapan baru bagi generasi muda dari keluarga miskin. Supaya mereka bangkit, berdaya, dan menciptakan perubahan positif bagi daerahnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#sr #Sekolah Rakyat #Wamensos #Prabowo Subianto #SRMA 15 Magelang #pusdiklat #pamong praja #presiden #Agus Jabo