RADAR PURWOREJO - Daun Adas atau dikenal dengan nama latin Foeniculum vulgare yang selama ini dikenal oleh masyarakat sebagai bumbu dapur dan ramuan tradisional, ternyata mempunyai segudang manfaat apalagi dalam kesehatan.
Sejumlah peneliti melakukan riset terhadap tumbuhan Adas dan menunjukkan bahwa tanaman ini mengandung senyawa antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri yang bermanfaat untuk tubuh.
Menurut dr Ratri Widyaningsih, ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada, daun adas memiliki kandungan vitamin C, kalium, serat, serta anethole—senyawa yang dipercaya membantu menyehatkan pencernaan.
“Konsumsi rebusan atau ekstrak daun adas dapat membantu mengurangi kembung, meredakan nyeri haid, serta menjaga kesehatan jantung,” ujarnya.
Adas juga meemiliki manfaat lainnya bagi kesehatan, yakni untuk melancarkan pencernaan, meredakan batuk dan asma, menyehatkan jantung, mengatur hormon, meningkjatkan kesehatan mata, menguatkan imun tubuh, dan berbagai manfaat lainnya.
Ada beberapa cara untuk mengonsumsi Adas, antara lain dengan cara meminum air rebusan daun adas, sebagai campuran bumbu rempah pada berbagai makanan.
Mengeringkan adas dan menumbuknya juga bisa dikonsumsi sebagai lalapan atau campuran salad serta dijadikan teh herbal.
Selain itu, studi yang diterbitkan oleh Journal of Herbal Medicine menyebutkan bahwa daun adas juga berpotensi meningkatkan produksi ASI bagi ibu menyusui, sekaligus membantu menyeimbangkan hormon pada wanita menjelang menopause.
Di Asia dan Mediterania ternyata sudah ratusan tahun menggunakan daun Adas sebagai pengobatan Tradisional.
Namun para ahli mengingatkan agar tidak berlebih dalam mengonsumsi daun Adas, terutama bagi penderita gangguan hormone dan ibu hamil, lebih baik dikonsulkan kepada dokter terlebih dahulu.
Dengan khasiat yang melimpah dan mudah dibudidayakan, daun adas menjadi salah satu pilihan alami yang kian diminati di tengah tren kembali ke bahan herbal untuk menjaga kesehatan. (Alya Amirul Khasanah