PURWOREJO - Aksi anarkis oleh sekelompok remaja terjadi di markas Brimob Kompi 4C Pelopor Kutoarjo pada Minggu (31/8) dinihari. Dalam aksi ini petugas sempat melakukan tindakan tegas dan terukur untuk mengendalikan situasi.
Selama aksi, massa yang didominasi kalangan pelajar ini diketahui sempat bertindak secara brutal. Mereka melempari markas Brimob dengan batu dan benda lain. Bahkan kelompok ini nekat merusak pos polisi lalu lintas yang berada di Jalan Diponegoro, Kutoarjo.
Baca Juga: Yayasan Bina Aksara Mulya Gelar Pawiyatan Aksar Jawa Metode Carangapak di Temanggung
Melihat aksi sudah kelewat batas, aparat pun langsung melakukan tindakan tegas. Sejumlah terduga pelaku pengerusakan akhirnya berhasil diamankan. "Sempat dibubarkan pakai gas air mata. Kalau tembakan peluru tajam saya kurang paham. Tidak dengar juga," ungkap seorang pemilik toko di dekat Pos Polisi Kutoarjo.
Dia menerangkan, aksi kerusuhan ini terjadi sekitar pukul 01.00. Berawal dengan penyerangan ke Mako Brimob Kutoarjo hingga merembet ke sebuah pos polisi. Dia juga mengaku khawatir aksi ini berujung anarkis dengan menyasar bangunan lain. "Kaca dirusak dan bakar ban. Terus warga sini inisiatif ikut memadamkan. Saya pribadi was-was," jelasnya.
Baca Juga: Mencegah Korupsi, 112 Aset Tanah Pemkab Kulon Progo Disertifikat Cegah supaya Tak Diklaim
Seorang warga Mundirin, 47, menyatakan, aksi kerusuhan di markas Brimob Kutoarjo datang secara tiba-tiba. Dia tak menyangka tindakan nekat tersebut justru dilakukan kelompok remaja berstatus pelajar. Beruntung dari kesigapan petugas, kelompok remaja itu dapat segera dibubarkan. "Ada yang ditangkap. Sekitar jam 04.00 baru bubar," katanya.
Dia mengungkapkan, situasi pada malam itu cukup mencekam. Arus lalu lintas dari kedua arah juga sempat tersendat. Petugas sampai sekarang terpantau masih bersiaga guna antisipasi aksi susulan. "Saya tahunya ada kepulan asap. Untung pas malam hari, jalan posisi sepi," bebernya.
Baca Juga: Perkuat Layanan Farmasi, Apotek Pelat Merah PT Lukulo Farma Rencanakan Ekspansi dan Pelayanan 24 Jam
Humas RS Palang Biru Kutoarjo Nur Indra Jati menyampaikan, pihaknya sempat diminta bantuan untuk evakuasi warga dalam insiden di Markas Brimob Kutoarjo. Jumlahnya ada 16 orang, satu di antaranya perlu dirujuk ke RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo untuk penanganan medis lebih lanjut. "Satu pasien ada luka di kepala, indikasinya penurunan kesadaran. Ada cidera juga di tangan," ungkapnya.
Dia menyebut, dari belasan warga yang dirujuk tidak ada satu pun mengalami luka tembak. Mayoritas dari mereka kondisi fisiknya menurun karena luka memar dan sesak nafas. Adapun seluruh pasien yang dirawat sekarang sudah diperbolehkan pulang. "Yang masuk ke kami tidak ada luka tembak. Sudah pulang dan diserahkan kembali ke polsek," jelasnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo