Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Perjalanan Spiritual Farel Prayoga: Kisah Mualaf dan Dua Kali Syahadat

Jihad Rokhadi • Kamis, 23 Oktober 2025 | 22:00 WIB
Farel Prayoga (Zidni Ilman Nafia for Radar Banyuwangi)
Farel Prayoga (Zidni Ilman Nafia for Radar Banyuwangi)

Penyanyi cilik berbakat, Farel Prayoga, baru-baru ini membuka kisah perjalanan spiritualnya yang penuh makna, mulai dari keputusannya memeluk Islam (mualaf) hingga pengakuannya sempat mengucapkan dua kali kalimat syahadat. Keputusan ini diambil setelah melalui proses perenungan yang mendalam dan penuh pertimbangan.

 

Memeluk Islam Diusia Muda: Sebuah Pilihan Tulus

Farel mengungkapkan bahwa ia memutuskan untuk memeluk agama Islam saat usianya menginjak 13 tahun. Keputusan penting ini lahir sepenuhnya dari kemauan dan kesadaran dirinya sendiri, tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.

"Orang tua aku sih aman-aman saja ya, karena itu pilihan aku ya. Terus juga mereka mungkin ngiranya aku sudah cukup dewasa buat memilih," ujar Farel, menunjukkan dukungan dan pengertian penuh dari keluarganya terhadap pilihan pribadinya.

Proses perpindahan agama ini pun tidak ia lakukan secara sembunyi-sembunyi. Farel memilih untuk bersikap terbuka kepada keluarga besarnya mengenai keyakinan barunya. "Kalau masalah agama aku enggak mau sembunyi-sembunyi," tegasnya.

Saat ini, meski masih disibukkan dengan karier menyanyi, Farel tengah memperdalam ilmu agama dengan mulai belajar membaca Al-Qur'an. "Aku baru Iqra 3. Kesulitannya apa ya, wajarnya anak belajar sih paling kayak hafal-hafalin gitu-gitu biasanya masih lupa-lupa," kata Farel jujur mengenai tantangannya.

Dua Kali Syahadat: Mencari Ketulusan dan Keyakinan Penuh

Salah satu bagian paling menarik dari kisah spiritual Farel adalah pengakuannya sempat mengucapkan dua kali kalimat syahadat.

Farel menceritakan bahwa awal mula perjalanannya dalam Islam dimulai ketika ia pertama kali mengucapkan syahadat bersama manajernya yang pertama. Namun, momen tersebut menyisakan keraguan di hatinya.

“Sebenarnya aku syahadat itu pertama kali sama manajer aku yang pertama. Cuma aku kayak ngerasa tuh kurang yakin gitu loh. Aku merasa bukan datang dari keinginan itu sendiri,” ungkap Farel dengan jujur.

Merasa hatinya kurang ikhlas dan tidak didasari keinginan tulus, Farel memilih untuk mengulang kembali kalimat suci tersebut. Keputusan akhir Farel untuk kembali mengucapkan syahadat terjadi dua tahun lalu di Masjid Raya Baiturrahman Aceh saat usianya masih 13 tahun, dalam rangka memantapkan keislamannya.

“Aku pengen mualaf sekali lagi yang benar-benar tulus lah dari aku sendiri. Jadi kayak aku dibawa sama Om Rais ke Aceh ya,” tuturnya. Pada momen tersebut, ia dipandu oleh orang tua dari Muhammad Rais, yang kini menjadi manajernya.

"Ya sudah, di situ disyahadatin sama orang tuanya dia (manajer baru)," jelas Farel, mengenang pengalaman spiritualnya yang mendalam di salah satu masjid bersejarah di Indonesia itu.

 

Perjalanan spiritual Farel Prayoga ini menjadi momen penting dalam kehidupannya. Keberanian dan keterbukaannya dalam berbagi pengalaman pribadi ini memberikan inspirasi bagi banyak orang tentang pentingnya menemukan keyakinan yang didasarkan pada keinginan pribadi yang tulus.

Meskipun masih muda, Farel menunjukkan kedewasaan luar biasa dalam mengambil keputusan penting terkait keyakinan pribadinya serta kesiapan untuk mengikuti jalan yang diyakininya benar. Dukungan dari keluarga menjadi faktor penting dalam proses transisi ini, menegaskan betapa berharganya dukungan emosional dari orang terdekat.

Kisah Farel ini menambahkan dimensi lain dari sosoknya di mata publik. Lebih dari sekadar penyanyi muda bersuara merdu, ia adalah individu dengan cerita hidup inspiratif mengenai pencarian jati diri dan keberanian mengikuti panggilan hati.

Editor : Jihad Rokhadi
#mengucapkan syahadat #orang tua #usia muda #masjid #manajer #menyanyi #inspirasi #islam #Farel Prayoga #mualaf #Penyanyi cilik #agama #syahadat #perjalanan spiritual #aceh #perpindahan agama #Memeluk Islam