Kobaran api yang menjulang tinggi sempat membuat warga sekitar panik. Sejumlah saksi mata menyebutkan, api terlihat membesar dengan cepat sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
Kebakaran sempat memancing kresahan warga karena bengkel tersebut berdekatan dengan pemukiman.
Melansir dari pelita.co, kebakaran pertama kali diketahui oleh karyawan toko yang terletak di sebelah lokasi, Olive Purworejo 4, yang melihat api menjalar dari dalam toko ban tersebut.
Saksi kemudian segera melaporkan kejadian ke Mako Damkar Purworejo.
“Laporan kami terima sekitar pukul 19.23 WIB. Dua menit kemudian tim langsung berangkat dan tiba di lokasi pada pukul 19.27 WIB,” jelas Yudha, Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, dalam laporan resminya.
Komandan Regu B BPBD dan Damkar Kabupaten Purworejo, Tri Puji Subagio, menuturkan bahwa saat tim pemadam tiba, api sudah membesar di bagian atas bangunan, sementara di bawah terdapat tumpukan ban yang mudah terbakar.
“Kami menurunkan empat unit damkar dan 25 personel untuk menjinakkan api,” ujarnya.
Sebanyak 25 personel Damkar, dibantu 2 anggota BPBD, serta unsur TNI, Polres Purworejo, PLN, Redkar, dan warga sekitar, bekerja keras memadamkan api agar tidak merembet ke permukiman warga.
Petugas damkar menggunakan 4 unit mobil pemadam dan 1 unit water supply. Api baru berhasil dipadamkan total sekitar pukul 20.50 WIB.
Proses pendinginan berlangsung cukup lama karena material ban yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan.
Petugas juga sempat mengalami kendala minimnya sumber air di sekitar lokasi. Namun, berkat koordinasi yang baik dan bantuan masyarakat, api akhirnya dapat dikendalikan.
Petugas sempat menjelaskan kendala dalam penanganan tersebut, karena minimnya sumber air di sekitar lokasi, berkat kerja keras tim dan bantuan warga api berhasil dipadamkan sebelum sempat merambat ke rumah warga.
Kapolsek Purworejo, AKP Bruyi Rohman Warsito, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan tidak ada korban jiwa.
“Penyebab pasti masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik,” ujarnya.
Dugaan sementara, penyebab terjadinya kebakaran karena konsleting listrik bengkel tersebut.
Akan tetapi pihak berwajib akan meneruskan penulusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab terjainya kabakaran.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menghanguskan sebagian bangunan dan barang dagangan di Toko Ban Surya Maju, dengan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp50 juta.
Pihak kepolisian bersama pemilik toko masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait dampak kebakaran tersebut.
Editor : Bahana.